*Keluarga Tegaskan Korban Bukan TPN-PB 

JAYAPURA-Jenazah Atanius Murib (16), pelajar yang meninggal diduga ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) di daerah Gome Utara, Kabupaten Puncak Jumat (20/11) lalu akhirnya dimakamkan secara adat olah keluarga dengan cara dibakar.

Kapolres Puncak, AKBP. Decky Saragih mengatakan, dari pihak keluarga menyampaikan jenazah Antanius Murib dibakar di Tempat Kejadian (TKP), Senin (23/11).

“Pihak keluarga membakar jenazah di tempat dengan pertimbangan jenazah tersebut sudah membusuk,” kata Kapolres Decky Saragih yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Selasa (24/11).

Pemda Puncak menurut Decky Saragih sebenarnya, Selasa (24/11) kemarin menyiapkan helikopter  untuk keluarga berangkat ke lokasi kejadian melakukan evakuasi jenazah untuk dibawa ke Ilaga.

“Adat daerah setempat yang mengharuskan jenazah dibakar di tempat meski sebelumnya sudah ada perbincangan dengan keluarga untuk dievakuasi lalu dilakukan autopsi,” jelasnya. 

Menurut Kapolres, dengan dibakarnya jenazah akan menjadi kesulitan bagi penyidik Polres Puncak untuk mengungkap siapa pelakunya. Termasuk mengungkap apakah yang bersangkutan benar ditembak atau tidak. “Sebelum dibakar pihak keluarga sempat mendokumentasikan jenazah yang nantinya dokumentasi tersebut menurut mereka akan diberikan kepada Polisi,” terangnya.

Sementara itu, untuk  hasil visum Manus Murib (16) pelajar SMK 1 Gome, Warga Kampung Gome  yang saat ini masih menjalankan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika belum keluar.

“Hasil visum Manus Murib belum dikeluarkan pihak rumah sakit dan kita masih menunggu. Sebab, dari hasil visum itu bisa diketahui penyebab korban terluka,” ungkapnya.

Untuk situasi Puncak hingga saat ini diakuinya aman dan kondusif. Dimana aktivitas masyarakat dan perkantoran tetap berjalan seperti biasa.

Sementara itu, Nenu Tabuni yang mengaku sebagai keluarga korban dalam rilisnya kepada Cenderawasih Pos mengklaim ada 5 orang korban yang ditembak. Dari 5 korban, Nenu Tabuni mengatakan, 4 orang anak sekolah dan 1 orang lainnya ASN. 

Kelima korban ini menurut Nenu Tabuni merupakan masyarakat sipil dan tidak terlibat jaringan TPN-PB.

Kelima korban menurutnya ditembak di belantara Limbaga yang berada di antara Distrik Agandugume dan Distrik Gome Utara, pada tanggal 19 November 2020.

“Korban Atanius Murib, umur 18 tahun, siswa kelas III SMK Negeri I Ilaga Kabupaten Puncak ditembak mati. Manus Murib umur 18 Tahun, siswa kelas III SMA Negeri I Ilaga Kabupaten Puncak, keadaan kritis dilarikan ke rumah sakit Timika. Akis Alom, 34 tahun, seorang ASN Pemkab Puncak, ditembak mati. Wenis Wenda, 13 tahun siswa kelas VI SD YPPK Katolik Mundirok  Kampung Yaiki Distrik Gome Utara Kabupaten Puncak, ditembak mati dan Gopenus Tabuni, 19 Tahun, siswa kelas III SMK Negeri I Ilaga Kabupaten Puncak, ditembak mati,” ungkap Nenu Tabuni. 

Dalam rilisnya, Nenu Tabuni menegaskan bahwa semua korban merupakan keluarga mereka dan tidak terlibat dalam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau sebutan lainnya. 

“Mereka adalah benar-benar anak sekolah dan 1 orang adalah seorang ASN. Mereka bukan OPM, mereka bukan KKB, mereka bukan OTK,” tambahnya. 

Terkait insiden ini, Nenu Tabuni mengatakan keluarga benar-benar kecewa dan sedih. Terkait hal ini, pihaknya meminta adanya bantuan hukum dari semua lembaga bantuan hukum dan Komnas HAM untuk melihat persoalan ini dan melakukan proses hukum secara adil dengan mengungkap kebenarannya.

“Untuk itu, Kami keluarga meminta dan menuntut segera membentuk tim dan turun kelapangan melakukan investigasi dan proses hukum terhadap pelaku penembakan keluarga kami,” tutupnya.(fia/oel/nat)