Ketua DPRD terpilih periode 2019-2024 Kabupaten Lanny Jaya, Tanus  Kogoya, S.Pd di dampingi Plt. Sekda  saat memantau kondisi Sungai Melagi di Distrik Balingga belum lama ini. ( FOTO: DPRD  Lanny Jaya For Cepos)

Sekda Let: Korban Hanyut Saat Mandi, bukan Karena Jembatan Rusak

JAYAPURA-Ketua DPRD Kabupaten Lanny Jaya, Tanus Kogoya S. Pd mengungkapkan bahwa akibat lambatnya perbaikan jembatan yang putus di Sungai Melagi Distrik Balingga mengakibatkan dua warga yang hendak menyeberang di sungai tersebut hanyut dan tewas pada Jumat (15/5) lalu.    Kedua warga  yang tewas tersebut, yakni Nengge Menan Murib (22) dan  Emosi Murib (29)  yang beralamat di Kapung Logonggabut Distrik Bruwa Kabupaten Lanny Jaya.

    Informasi kejadian ini, menurut Tanus Kogoya didapatkan saat melakukan kunjungan langsung ke masyarakat di 8 Distrik yaitu, Distrik Balingga, Kuyawage, Balingga Barat, Buruwa, Ayumnati, Wanobarat, Mokoni dan Goa Balim. Kabupaten Lanny Jaya belum lama ini.

     “Masyarakat sudah lapor ke Sekda dan Kepala dians PU tapi tidak ada respon, akibatnya dua orang korban, maka kami minta pemerintah segera bangun jembatan ini.  Ini urgen dan kami sebagai DPRD tetap menjalankan fungsis kontrol sebagai penampung aspirasj masyarakat,” paparnya.” ungkap Tanus Kogoya kepada Cemderawasih Pos melalui sambungan telepon selulernya, Kamis  (28/5).

  Menurut  Tanus bahwa dari kunjunganya itu masyarakat mengaku kecewa karena jika pemerintah lebih cepat  merespon dengan membangun jembatan, pastinya dua warga tersebut bisa selamat. Tapi pemerintah sangat lambat dalam merespon padahal maayarakat sudah menyampaikan sejak awal Mei.

  “Kepala Distrik dengan masyarakat di wilayah itu sudah datang ke Pak Sekda dan Dinas PU meminta agar jembatan itu diperbaiki, tapi karena tidak diperbaiki maka, warga itu tengelam bahkan sampai saat ini jembatan belum jadi. Saya sudag sampaikan di Lanny Jaya masyarakat mati bukan karena corona tapi karena pemerintah lambat membangun infrastruktur,” katanya 

  Ia mengatakan, sebagai akses utama  masyarakat di Balinga Kali Baliem ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah, bahkan ia mengaku dalam pertemuan Forkompimda    beberapa waktu lalu di Wamena ia sudah meminta agar segera diseriusi jemabatan yang sudah memakan korban tersebut.

   Selain itu, lanjut Tanus, masyarakat di di 8 Distrik yaitu, Distrik Balingga, Kuyawage, Balingga Barat, Buruwa, Ayumnati, Wanobarat, Mokoni dan Goa Balim juga mengeluhkan jembatan di sungai Melagi yang mengalami hal yang sama dihantam air deras   hingga putas saat hujan beberapa waktu lalu.

     Sementara itu, Sekda Kabupaten Lanny Jaya Let Yigibalom saat dikonfirmasi mengatakan untuk pembangunan jembatan di Kali Melagi telah dikerjakan. Sementara jembatan di Kali Baliem belum bisa dikerjakan karena sampai saat ini jalan belum bisa dimasuki truk dan masih rusak.

  “Kemarin pembagian Dana Lani Jaya Sejahtera  kami gunakan jalan itu, sementara sungai Balim yang putus tidak bisa kami perbaiki, jalan masuk saja tidak bisa dilewati truk dan lainya,”ungkapnya. 

  Sementara  untuk dua orang yang dikatakan hanyut, itu bukan karena melintas jembatan yang rusak tapi karena mereka sedang mandi baru  mereka hanyut dan didapat di pagi hari. “Jadi tidak hanyut karena jembatan rusak, ini saya luruskan,” jelasnya. (oel/tri)