Slamet Wenehen ( FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA-Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Jayawijaya memastikan jika kendala yang dialami Jayawijaya saat ini adalah masalah stok BBM yang tidak setiap hari sama, dan terkadang beberapa APMS tak bisa menebus jatahnya ini karena terkendala dengan masalah angkutan yang digunakan untuk mengangkut.

  Sekretaris Disnakerindag Jayawijaya, Slamet Wenehen mengakui jika, masalah angkutan ini biasanya berdampak kepada APMS, contoh sehari satu APMS itu mendapat Kuota 30 drum, namun yang bisa diangkut mungkin 15 drum dan memang di Jayawijaya masih kekurangan BBM.

  “Kalau mau dilihat kalau stok BBM kita mencukupi tidak perlu pemerintah harus susah payah mengatur dengan sistem kupon, ini karena kuotanya tidak cukup, sehingga pemerintah harus turun tangan mengatur penyaluran BBM ini kepada masyarakat agar semuanya bisa terpenuhi,”ungkapnya Kamis (1/7) kemarin.

   Slamet menyebutkan, untuk jatah BBM Jayawijaya tiap tahun itu 1300 KL, sementara satu SPBU di Sentani Kabupaten Jayapura itu kuotanya 1800 KL pertahun hanya untuk satu SPBU, sedangkan disini dengan 1300 KL itu melayani satu Kabupaten, sehingga bagaimanapun diatur sebaik mungkin kalau Kuota BBM ini tidak bertambah tetap mengalami kekurangan.

  “Kita sebenarnya sudah mengambil langkah itu dari tahun 2016 lalu untuk meminta penambahan Kuota BBM, namun kewenangan untuk meminta penambahan ini bukan di Pemerintah tetapi kewenangan dari pertamina pusat,”katanya.

   Ia menambahkan, jika dilihat, jumlah kendaraan di Jayawijaya ini semakin bertambah dari tahun ke tahun, namun kuota BBMnya masih sama saja dengan tahun –tahun lalu hingga memang tidak akan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di Jayawijaya.

  “Kalau 1300 KL pertahun dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah setiap hari atau setiap tahun saya rasa kami juga kesulitan mengatur penyalurannya,”tambahnya.(jo/tri)