Wakil Sekretaris Umum KONI Papua Rahmad Marimbun saat mengalungkan medali pada atlet yang meraih prestasi pada Kejurda Tenis Meja Papua di Mal Jayapura, Selasa (13/8) malam.( FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA – Tenis Meja Kabupaten Jayapura sukses menjadi juara umum Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tenis Meja Papua, Tahun 2019, setelah menggondol 3 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Kejurda yang berlangsung sejak 12-13 Agustus 2019 ini ditutup resmi Wakil Sekretaris Umum KONI Papua Rahmad Marimbun, Selasa (13/8) di Mal Jayapura.

Rahmad mengatakan, Kejurda ini dilakukan sebagai bentuk melegalkan atlet Papua agar tidak terjadi saling klaim dari daerah. Termasuk wadah bagi atlet pelapis di daerah untuk persiapan Popnas pada Oktober maupun pembinaan berjenjang PON Aceh Sumut 2022, sebab Tenis Meja merupakan Cabor unggulan bagi Papua ke depan.

“PTMSI Papua harus buat banyak kejuaraan atau turnamen agar banyak pembinaan atlet dari daerah-daerah. Kejurda ini telah selesai yang tentu nama-nama atlet kita Papua sudah terdata di pusat sebagai atlet Papua nanti di PON 2020 mendatang,” katanya. 

Koko mengapresiasi pembinaan prestasi yang dilakukan Kabupaten Jayapura, sehingga menorehkan prestasi di Kejurda saat ini. Oleh karena itu, diharapkan Pengcab di daerah melakukan hal yang sama, agar pembinaan atlet terus berkesinambungan dan tidak terputus karena Cabor tenis meja salah satu yang menjadi unggulan Papua bukan hanya di tingkat Nasional, tapi di tingkat Internasional.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Papua Solfianus Betaubun menuturkan, setelah Kejurda ini, pihaknya menjadwalkan pemusatan latihan berjalan di Jayapura, sambil menunggu KONI Papua dan Puslatprov Papua mencanangkan TC terpusat PON 2020. 

“Atlet kita sementara TC berjalan di Jayapura sambil kita menunggu pergeseran dari KONI dan Puslatprov Papua untuk TC terpusat di Jakarta, karena disana selain banyak kejuaraan, menambah jam tanding mereka dan fasilitas latihan di sana cukup lengkap,” tuturnya. 

Disinggung adanya promosi degradasi bagi atlet PON, pihaknya mengaku 10 atlet yang saat ini sudah dipastikan menjadi tim inti tenis Papua untuk meraih prestasi 2 medali emas.

Ditambahkan, Ketua Panpel George Weasu mengungkapkan, Kejurda ini diikuti 7 Kabupaten/Kota se-Papua dengan mempertandingkan 4 nomor yakni Beregu Putra/Putri dan Tunggal Putra/Putri. Khusus untuk nomor tunggal dibatasi umur dibawah 25 tahun berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan dalam regulasi PON XX Tahun 2020 mendatang.

Diketahui dalam Kejurda tersebut, Beregu Putra Juara I Kabupaten Jayapura A, Juara II Kabupaten B, dan Juara III bersama Kabupaten Lanny Jaya A dan Kabupaten Lanny Jaya B.

Sedangkan Beregu Putri Juara I Kabupaten Jayapura dan Juara II Kota Jayapura. Kemudian Tunggal Putri Juara I Hani Tri Azhari (Kab. Jayapura), Juara II Aisya Farah Aini (Kota Jayapura), dan Juara III bersama Gusti Nanda Pratiwi (Kab. Jayapura) dam Fitri Anjani (Kab. Jayapura).

Di Tunggal Putra Juara I Hardian (Kota Jayapura), Juara II Gusti Saifull (Kab. Jayapura) dan Juara III bersama Gusti Aditya (Kab. Jayapura) dan Ferdinan Kalaka (Kab. Jayapura). (eri/tho)