MERAUKE-Bupati Mappi Kristosimus Yohanes  Awagemu mengakui jika saat ini   banyak ruas jalan  di Kepi, ibukota  Kabupaten Mappi  maupun ibukota distrik yang rusak. Tapi belum dapat diperbaiki akibat adanya pengurangan  anggaran  tahun  2020 ini untuk penanganan Covid-19.    

Bupati Mappi  Yohanes Kristosimus Agawemu ( FOTO: Sulo/Cepos)

   “Sebagian  jalan  rusak karena sudah jatuh tempo. Karena saat saya masuk, jalan itu   hanya dikerjakan dengan soil. Nah, seharusnya  tahun ini sudah diperbaiki, namun karena anggaran  kita  berkurang sehingga sejumlah ruas jalan yang akan diperbaiki  itu tidak dapat dikerjakan,” kata  Bupati Kristosimus Yohanes  Agawemu,  saat di Merauke belum lama  ini.

   Menurut dia, kerusakan jalan  itu tidak hanya di dalam kota  tapi juga yang ada di distrik-distrik.  Bupati  Kristosimus Yohanes Agawemu menyebut,  total dana APBD Kabupaten Mappi yang ditarik ke pusat  untuk penanganan Covid sekitar Rp 300 miliar.  Karena itu, ungkap bupati, pihaknya  harus mengejar ketertinggalan tersebut mulai tahun depan.

   “Kadang kala ada orang mungkin memberitakan  secara spot-spot saja. Tapi, tidak memahami suka duka yang kita alami  dalam kondisi Covid-19 ini,”  jelasnya.

   Untuk pembuktiannya bahwa  jalan-jalan yang rusak tersebut telah dianggarkan tapi tidak dapat dikerjakan, sambung bupati, dapat dilihat di buku APBD induk  2020.  “Semua sudah masuk di dalam buku APBD dan telah disidangkan. Tapi ketika kebijakan karena kondisi luar  biasa maka kami menyesuaikan saja sesuai apa yang diamanatkan negara,” jelasnya.

   Bagaimana dengan jalan  di kampung-kampung?  Bupati mengaku jika jalan di kampung-kampung sebagian didorong dari dana desa.  Selain  jalan, dana   kampung tersebut digunakan  untuk bangun  kantor kampung secara  presentatif. Artinya semua  kampung  di Mappi memiliki bangunan permanen  yang presentatif.  “Dalam rangka pengelolaan dana desa  yang baik, saya rasa aparatur  desa harus punya tempat  kerja yang layak di tingkat  kampung,” terangnya.

    Ia merencanakan, 162 kantor kampung tersebut diresmikan  tahun ini oleh Wakil Menteri  Desa. “Tapi, kalau nanti beliau  berhalangan hadir ke Mappi, berarti  kami sendiri yang akan resmikan,” tambahnya.  (ulo/tri)