Salah satu titik jalan menuju Depapre yang terancam putus akibat terkikis air saat hujan. Foto ini diambil Minggu (14/2). (FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Kondisi jalan dari Sentani menuju Depapre tepatnya di ruas jalan turunan masuk Distrik Depapre terancam putus, akibat terkikis banjir yang terjadi selama hujan turun beberapa hari belakangan ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura, Alphius Toam mengatakan, untuk perbaikan jalan itu, pihaknya sementara melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah supaya bisa diatasi oleh oleh instansi tersebut.

” Untuk menangani itu, kami ajukan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jayapura,” kata Alphius Toam kepada media ini, Senin (15/2).

Menurutnya, pihaknya mempunyai alasan mengapa pekerjaan ruas jalan itu dilimpahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Pertama dari sisi anggaran, bisa ditanggulangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah karena masuk dalam kategori penanggulangan bencana. Sehingga tidak bisa dipakai dari anggaran lain.

Kemudian mengenai masalah tersebut tidak bisa dilimpahkan ke Dinas PU karena pagu anggaran di dinas tersebut sudah disepakati.

“Tidak bisa diubah di tengah jalan. Makanya yang seperti itu ada di dana penanggulangan bencana,” katanya.

Pantauan media ini, Minggu (14/2), sore, beberapa titik jalan dekat ibu kota Distrik Depapre atau di jalanan turunan terdapat  bekas erosi yang memakan badan jalan. Ini sangat mengancam terputusnya akses jalan tersebut.

“Ini harus segera diatasi, rawan longsor di sini, biasanya di bagian bawah jalan yang longsor karena air deras saat hujan turun,”ujar Moses salah satu pengguna jalan yang ditemui di lokasi itu.

Apalagi belakangan ini ruas jalan tersebut menjadi akses satu satunya untuk bisa mencapai pelabuhan peti kemas dan wilayah di daerah pesisir bagian Utara Kabupaten Jayapura.

Sehingga perhatian pemerintah untuk memperbaiki ruas jalan itu sangat dibutuhkan.Perlu diketahui, secara aturan, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Papua. Sehingga tanggung jawab pekerjaan termasuk perawatanya menjadi tanggung jawab Provinsi Papua. (roy/tho)