RUSAK PARAH-Puluhan kendaraan pengangkut bahan bangunan dan bahan makanan saat terjebak di Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena, di sekitar Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, akhir Oktober lalu. Akibat kondisi jalan yang rusak, ratusan kendaraan terjebak selama tiga minggu. ( FOTO: Polsek Wamena Kota for Cepos)

*Ratusan Kendaraan Pengangkut Bama dan Bahan Bangunan Terjebak 3 Minggu

WAMENA-Ratusan kendaraan double gardan Mitsubishi Strada Triton dan truk yang mengangkut bahan makanan dan bangunan dari  Jayapura, terjebak selama kurang lebih tiga minggu di Jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayapura-Wamena.

Ratusan kendaraan ini kesulitan melewati ruas jalan yang rusak parah di sekitar Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo. Selain kondisi jalan yang rusak parah, ada juga jembatan yang patah. 

Kondisi jalan yang rusak parah ini mengakibatkan banyak kendaraan yang belum bisa tembus ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan tertahan di wilayah Kabupaten Yalimo. 

Kapolsek Wamena Kota, AKP. Agus Siswanto yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos mengaku mendapat informasi kerusakan di jalan trans Jayapura-Wamena dari sopir lajuran yang berhasil tembus ke Wamena.

Agus menyebutkan, informasi dari sopir lajuran menyebutkan masih banyak kendaraan pengangkut bahan makanan dan bahan bangunan dari Jayapura yang terjebak di jalan rusak di sekitar Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo. 

“Sopir lajuran menginformasikan kepada kita jika ada 100 lebih kendaraan baik itu strada maupun truk yang masih tertahan di Benawa. Mereka terjebak di jalan yang kondisinya semakin parah pasca dibuka beberapa bulan lalu,” kata Agus, kemarin (18/11).

Banyaknya mobil pengangkut bahan makanan dan bahan bangunan yang terjebak mengakibatkan kurangnya kendaraan dari Jayapura yang masuk ke Wamena ibukota Kabupaten Jayawijaya.  

Menurut Agus, hanya beberapa kendaraan yang bergerak sejak akhir Oktober lalu dari Kota Jayapura yang berhasil tembus ke Wamena.

“Dari mereka yang berhasil tembus, kami dapat informasi kalau banyak kendaraan yang terjebak di kubangan lumpur. Untuk bisa keluar dari jalan berlumpur, mereka terpaksa baku tarik. Kondisi jalan ini akan makin parah apabila hujan turun di wilayah tersebut,” tuturnya. 

Diakuinya, jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayapura-Wamena merupakan jalur tarnsportasi barang yang sangat penting. Pasalnya melalui jalur darat ini, dapat membantu menurunkan harga barang di Pegunungan Tengah Papua. Namun dengan kondisi jalan seperti ini, masyarakat menurut Agus belum bias merasakan adanya perubahan harga.

“Kami belum tahu apakah pekerjaan di sana masih terus berjalan atau tidak. Karena dengan kondisi jalan yang seperti itu maka waktu untuk menempuh perjalanan dari Jayapura ke Wamena semakin lama. Ini sudah 3 minggu,” ungkapnya. 

Ia menambahkan kondisi jalan yang seperti ini selalu dikeluhkan para sopir. Namun dirinya juga mengakui muatan yang diangkut setiap kendaraan melebihi kapasitas. Hal ini menurut Agus tentunya memengaruhi kondisi jalan yang sementara dikerjakan.

“Perlu sedikit pengertian dari para sopir yang mengangkut barang tidak melebihi kapasitas kendaraannya. Karena kondisi jalan yang  selalu tidak stabil untuk dilalui ini akan menyulitkan sopir sendiri,” tutupnya. (jo/nat)