Tampak salah satu titik longsor di ruas jalan trnas Jayapura-Wamena yang mengakibatkan jembatan Kali Edan di Kampung Yahuli, Kabupaten Yalimo putus.  ( FOTO: Edu for Cepos)

JAYAPURA-Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jayapura, Edu Sasarari mengatakan bahwa jalan trans Papua, Jayapura-Wamena saat ini ditutup sementara waktu. 

Penutupan ruas jalan tersebut dilakukan akibat terjadinya longsor di beberapa titik serta putusnya jembatan Kali Edan, Kabupaten Yalimo.

Kabalai Edu menuturkan, longsor di beberapa titik ini menutup badan jalan yang mengakibatkan akses jalan dari dan menuju Wamena terputus. 

Titik longsoran tersebut merupakan wilayah penanganan BPJN Wamena antara lain di Km 382+000 (sebelum Jembatan Yahuli), Km 392+000 Jembata Kali Edan (terputus) dan sekitar Kali Wara (Km 425+000). 

Dikatakan, penutupan jalan dari arah Kota Jayapura mulai dilakukan Kamis (7/1) kemarin. Untuk itu, Edu mengimbau masyarakat yang ingin bepergian dari Jayapura menuju Wamena untuk mengurungkan niatnya.

“Kami baru dapat berita tadi malam (Rabu, red) dari lapangan ada 2 titik longsoran di ruas jalan trans Papua, Jayapura – Wamena. Tepatnya di kilometer 382 dan 892. Kalau kita lihat ini sudah masuk dalam wilayah Balai Wamena,” ungkap Kabalai Edu kepada Cenderawasih Pos, Kamis (7/1).

“Perlu kami sampaikan kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi ruas jalan Jayapura – Wamena bahwa untuk sementara ini jalan kami tutup, sambil kami memperbaiki kerusakan tersebut,” sambung Edu.

Edu juga membeberkan, bila BPJN Jayapura juga telah memasang rambu pengumuman di beberapa titik yang ada di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.

“Penanganan yang akan dilakukan oleh BPJN Jayapura adalah pemasangan rambu berisi informasi jalan terputus kepada pengguna jalan yang akan menuju Wamena. Rambu akan dipasang pada lima titik antara lain di pertigaan Jembatan Youtefa, perempatan Masjid Abepantai, pertigaan Km. 9, batas kota Jayapura dengan Kabupaten Keerom dan Arso,” ucap Kabalai Edu.

BPJN Jayapura bersama BPJN Wamena menurutnya langsung bergerak cepat ke lapangan untuk melakukan perbaikan. Khususnya pembuatan jembatan darurat (sementara) di Kali Edan.

“Yang pasti pekerjaan kami sudah mulai hari ini (kemarin). Teman-teman kami sudah ke lapangan untuk mengerjakan ini. Jadi untuk sementara kami tutup, dan juga sudah saya laporkan ke Pak Dirjen bahwa jalan kami tutup sementara waktu. Jembatan yang patah direncanakan nanti dibuatkan jembatan yang sama, jembatan sementara,” ujarnya.

“Kedepan juga rencana akan dibangun jembatan permanen di situ. Tetapi yang kita pikir bersama buat jembatan sementara,” ucapnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa terjadinya longsor di beberapa titik yang mengakibatkan putusnya jembatan Kali Edan, murni akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Soal jangka waktu perbaikan, Edu mengaku belum bisa memberikan jaminan. Ia hanya menjelaskan bahwa BPJN Jayapura akan segera menyampaikan bila jalan trans Jayapura – Wamena dapat kembali dilalui. 

Secara terpisah Kepala Pelaksana Jalan Nasional (PJN wilayan IV) Wamena, Andarias Tangkebaru mengakui bahwa longsoran yang ada di beberapa titik di ruas jalan Trans Jayapura-Wamena menjadi penanganan dari PJN wilayah IV Wamena.

Untuk itu, pihaknya sedang mencoba untuk mulai melakukan mobilisasi alat berat untuk memulai pekerjaan perbaikan.

“Kami baru mulai melakukan mobilisasi alat berat dari Wamena untuk memulai pekerjaan itu. Sebab longsoran itu bencana alam bukan kita rekayasa,” ungkapnya saat dihubungi Cenderawasih Pos via ponselnya, Kamis (7/1).

Andarias mengatakan untuk jembatan Kali Edan yang ambruk merupakan kontrak dari Balai Jayapura. Namun saat ini Balai Wamena sudah berdiri sendiri sehingga otomatis menjadi tanggung jawab Balai Wamena dalam hal ini PJN wilayah IV Wamena.

“Sementara sementara pihak ketiga yang mobilisasi alat berat sudah ada di Elelim Kabupaten Yalimo dan akan melanjutkan perjalanan ke titik longsoran itu,”jelas Andarias.

Menurutnya, sementara ini pihaknya mencoba untuk berusaha membuka longsoran yang ada di beberapa ruas jalan trans Papua Wamena Jayapura.

Mengenai lama pekerjaan, Andarias menyebutkan tergantung situasi di lapangan. Sebab mobilisasi alat ke titik longsor juga memengaruhi waktu pekerjaan.

“Saya secara pribadi tidak menginginkan menghambat perjalanan warga yang melalui jalan tersebut. Artinya, kami tidak akan menutup jalan dari Yalimo,” tambahnya. 

Andarias mengaku tak sependapat jika jalan trans Papua Jayapura-Wamena harus ditutup sementara. Namun yang penting ada upaya yang dilakukan, tidak ada alasan tak ada anggaran, 

“Paling tidak masalah ini saya harus dibantu dari Balai Jayawijaya. Sebab jalan ini menyangkut ekonomi masyarakat di Pegunungan tengah Papua. Sehingga tak ada kata menutup jalan dan kita juga harus sinergi,” tegasnya.

Ia menambahkan masalah longsor ini tak ada unsur rekayasa. Ini murni faktor alam yang membuat semua pengguna jalan terganggu. Apalagi pekerjaan ini tidak dianggarkan, sehingga ini menjadi tanggung jawab Balai Jayawijaya agar bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini.

“Kami tidak menutup jalan. Kami hanya berusaha untuk mendatangkan alat. Karena alat yang didatangkan ini bukan sehari atau dua hari. Sebab ini perjalanan jauh sehingga membutuhkan waktu,”tutup Andarias. (eri/jo/nat)