Beranda BERITA UTAMA Jalan Jayapura-Sarmi Kembali Terhubung

Jalan Jayapura-Sarmi Kembali Terhubung

0
Jalan Jayapura-Sarmi Kembali Terhubung
GOTONG ROYONG: Anggota TNI-Polri bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki jembatan yang putus di Jalan Trans Jayapura-Sarmi, Jumat (21/6). 

JAYAPURA- Jembatan Raden di jalan trans Sarmi-Jayapura yang sempat terputus akibat banjir melanda Kampung Narum, Distrik Bonggo, terhubung kembali. Pasalnya aparat TNI dan Polri bersama masyarakat turun bergotong royong membangun kembali jembatan kayu agar bisa dilalui kendaraan

Kapolres Sarmi, AKBP. Paul Ishak menerangkan, proses pengerjaan jembatan tersebut dilakukan oleh TNI-Polri bersama masyarakat setempat, sehingga dipastikan, Sabtu (22/6) hari ini jalan trans Sarmi-Jayapura sudah bisa dilalui kendaraan.

“Ada alat berat yang digunakan untuk mempercepat proses pengerjaan jembatan,” ucap Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Jumat (21/6).

Terkait daerah di Sarmi yang terkena dampak banjir akibat meluapnya air sungai, Kapolres belum bisa memastikan. Namun diakuinya ada beberapa daerah yang tergenang air. “Ada beberapa daerah yang tergenang banjir, namun saya belum bisa pastikan itu di mana,” katanya.

Putusnya Jembatan Raden, Kamis (20/6) kemarin menurutnya tidak menyebabkan terjadinya antrean kendaraan khususnya angkutan penumpang. Sebab para sopir yang telah mengetahui putusnya akses jalan memilih tidak beraktivitas.

“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar sungai agar tetap waspada dengan datangnyan hujan, harus antisiapasi untuk menyelematkan diri, peralatan dan surat-surat berharga lainnya,” pintanya.

Perbaikan jembatan yang putus ini, dipimpin langsung Dandim 1712/Sarmi, Letkol Inf Lamberth Jerry Mailoa, SE. Untuk memperbaiki jembatan yang putus tersebut, Dandim langsung memerintahkan Danramil 1712-06/Bonggo, Kapten Inf Ratno untuk mengambil langkah cepat dengan memerintahkan anggotanya untuk membuat jembatan penyeberangan darurat bersama masyarakat sambil menunggu alat berat, sehingga transportasi bisa diatasi.

Upaya membangun jembatan darurat merupakan bentuk kerja sama yang baik antara TNI dengan masyarakat dalam menyikapi permasalahan di wilayah. 

Dandim 1712/Sarmi, Letkol Inf Lamberth Jerry Mailoa, SE., berharap agar jembatan yang rusak ini dapat segera diperbaiki sehingga keluhan masyarakat bisa diatasi dan masyarakat sekitar dapat kembali beraktivitas. 

Apa yang dilakukan kata Dandim merupakan bagian dari tugas di satuan kewilayahan yang harus berada digaris terdepan untuk senantiasa berada ditengah-tengah masyarakat, dalam upaya membantu meringankan beban permasalahan sosial yang ada.

“Semoga jembatan dapat diselesaikan secepatnya, sehingga transportasi Sarmi-Jayapura dapat berjalan lancar dan kembali normal,” pungkasnya. 

Putusnya jembatan penghubung Distrik Bonggo ke Sarmi, Kamis sore (20/6) juga langsung ditindaklanjuti oleh Balai Jalan XVIII Jembatan Wilayah Papua dengan menurunkan tim termasuk alat berat. Jika tak ada kendala jembatan yang tersusun dari kayu gelondongan ini akan dirampungkan dalam waktu tak terlalu lama. 

 “Jembatan Sungway Km 187  ruas Nimbontong – Bonggo  betul terputus dan  segera ditangani mulai hari ini (kemarin). Progresnya hari ini alat berat excavator sudah di lokasi dan kayu log sedang dimobilisasi dari logpon Km 196. Semoga besok sudah tuntas,” kata Saut Munte ST, MM, MT Kasatker PJN I Jayapura melalui ponselnya, Jumat (21/6). 

Ia menyebutka bahwa soal kondisi jembatan memang semuanya merupakan susunan kayu gelondongan dan untuk sementara jembatan ini tidak akan mengalami perubahan alias tetap menggunakan. “Ia kami usahakan besok sudah rampung,” tambahnya. 

Ia menjelaskan soal penanganan jembatan serta box culvert dan gorong untuk tahun anggaran 2019 terdapat 4 jembatan permanen dan 3 box culvert atau gorong sesuai dengan alokasi dana tahun ini. Setiap tahun pihaknya mengusulkan untuk semua jembatan dan jalan namun tak bisa lebih karena keterbatasan dana. “Kalau untuk usulan kami secara keseluruhan Papua di masing-masing kabupaten,” imbuhnya. 

Sementara itu, beberapa warga yang dikonfirmasi mengaku belum bisa bergeser dari lokasi. “Kami belum bisa pulang karena jembatan putus. Ini saja menumpang cas di rumah warga  di kampung,” kata  Mayke Rottie yang masih terjebak di lokasi.  

Secara terpisah, anggota Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau meminta agar persoalan ruas jembatan yang  menjadi urat nadi dilakukan penanganan segera. 

Selain itu perlu dievaluasi apakah baru pertama kali atau sudah pernah sebelumnya. Jika dianggap pernah mengalami hal serupa maka disarankan untuk dibuatkan secara permanen. 

“Yang kami tahu ini jalan utama dan menuju Sarmi banyak sekali jembatan. Kami pikir untuk mengantisipasi hal-hal serupa mungkin perlu dipikirkan apakah bisa dipermanenkan atau seperti apa. Jangan seperti ini lagi karena sewaktu-waktu bisa terjadi hal yang sama. Untungnya tak ada korban jiwa,” singkat Thomas. (fia/ade/nat)

error: Content is protected !!