MERAUKE-Setelah sempat  dibuka  oleh petugas  pada  Senin  (27/7) kemarin,   namun   gang jalan  di jalan Raya Mandala Muli Atas  tersebut  kembali  ditutup  oleh Samuel Tandipayung sebagai  pihak  yang mengaku sebagai  pemilik  tanah  tersebut. Akibatnya, warga  yang   ada dalam kompleks  tersebut  kecewa, karena kembali   kesulitan  jalan. 

Akses jalan dari Raya Mandala yang sempat  dibuka  sata petugas  dari Pertanahan, Satpol  PP  yang dibackup oleh Kepolisian pada Senin (27/7),  namun    sejak  Selasa  kemarin  akses   jalan yang  tercatat dua kali   dibuka itu  ditutup  kembali. (FOTO: Sulo/cepos)

   Sebab, jalan belakang yang digunakan  warga yang berjumlah  sekitar 160 orang dengan  10 KK (bukan 20 KK.red)  yang ada dalam kompleks tersebut  sudah tertutup. Namun  warga  yang ada di dalam kompleks  tersebut  masih  bisa lewat  jalan belakang  itu  karena masih ada celah  untuk  satu badan. 

  “Kami  tidak menyalahkan orang yang  punya  tanah  yang ada di belakang  yang sudah menutup  jalan belakang itu.  Justru  kami  berterima kasih karena selama  8 tahun  mereka buka  jalan itu untuk kami setelah jalan depan ini  ditutup. Kalau   sekarang jalan belakang  itu ditutup  itu hak  mereka  karena memang mereka   punya tanah itu. Selama  8 tahun kami   menggunakan  halaman  rumah mereka sebagai jalan,’’ kata  seorang   warga  kompleks  tersebut yang  mewakili warga lainnya  yang namanya  enggan disebutkan dengan alasan  untuk meredakan ketegangan  yang terjadi.  

  Menurut dia,   sebelum tahun 2013  lalu,   gang jalan    kedepan  Raya Mandala     bisa  dilewati   mobil  karena lebarnya sekitar 3 meter. Namun  pada tahun  2013   tiba-tiba  ditutup oleh   Samuel  Tandipayung. Sejak  ditutup,   pihaknya  terpaksa   harus putar   jalan belakang. Namun sejak jalan   belakang  kompleks  tersebut  ditutup  juga,   warga yang ada di dalam  kompleks  tersebut   tidak  memiliki  akses jalan   lagi untuk   sepeda motor  apalagi  untuk  mobil.     

   Karena itu, menurut  dia,   pihaknya  terus berjuang  dengan kembali   menyurat  ke  bupati,   kepolisian, pertanahan dan kepolisian   agar  jalan  gang dengan lebar 3 meter  tersebut  dapat dibuka kembali. ‘’Itu  gang jalan, dia tidak masuk dalam sertifikat  tanah. Masak   jalan  masuk sertifikat tanah,’’ terangnya.   (ulo/tri)