PAPUA BANGKIT: Pimred Cenderawasih Pos, Lucky Ireeuw bersama kru harian Cenderawasih Pos lainnya mendengarkan penjelasan dari  Project Manager PT. PP (Persero), Dwi Aji Wicaksono diStadion Papua Bangkit, Sabtu (22/6).( FOTO : Elfira/Cepos)

Saat Karyawan/karyawati Harian Cenderawasih Pos Menjajal Stadion Papua Bangkit

Harian Cenderawasih Pos mendapat kesempatan berkunjung ke Stadion Papua Bangkit yang akan jadi venue PON XX tahun 2020. Bagaimana perjalanan kru Cepos di stadion terbesar kedua di Indonesia ini ?

Laporan: Erianto, Jayapura

SETELAH mendapatkan lampu hijau dari Pemprov Papua melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua, karyawan dan karyawati Harian Cenderawasih Pos mendapat kesempatan berkunjung ke Stadion Papua Bangkit yang telah rampung dibangun.

Menggunakan tiga unit mobil, kru Cepos berangkat dari gedung Graha Pena Papua, Sabtu (22/60 sekira pukul 10.30 WIT. 

Tiba di Stadion Papua Bangkit yang berada di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, rombongan yang dipimpin Pimred Cenderawasih Pos, Lucky Ireeuw melapor ke pos penjagaan dan langsung diarahkan masuk ke dalam stadion.

Setelah memarkir mobil di depan ruang VVIP, rombongan langsung diarahkan turun ke lapangan didampingi Project Manager PT. PP (Persero), Dwi Aji Wicaksono. 

Selain Cenderawasih Pos, di lapangan juga sudah ada sejumlah pegawai dari Bappeda Provinsi Papua yang juga melakukan kunjungan. 

Setelah sempat mendapat penjelasan singkat dari Project Manager PT. PP (Persero), Dwi Aji Wicaksono, rombongan Cenderawasih Pos mulai berpencar. Ada yang berswafoto, ada yang mencoba duduk di bench pemain dan ada juga yang bermain bola di salah satu sisi gawang. Ada juga mencoba duduk di kursi VIP dan VVIP seolah-olah sedang menyaksikan pertandingan akbar.

Beberapa kru yang menjajal rumput lapangan Stadion Papua Bangkit, mengagumi rumput Zoysia Matella Linnmer yang di Indonesia saat ini hanya digunakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Papua Bangkit. 

Menurut Project Manager PT. PP (Persero), Dwi Aji Wicaksono, perawatan rumput Zoysia Matella Linnmer di Stadion Papua Bangkit ditangani secara khusus oleh seorang tenaga ahli. 

“Kami datangkan tenaga ahli untuk merawat rumput ini. Paling kurang dibutuhkan dana Rp 50 juta satu bulan untuk perawatan rumput,” ujarnya.

Usai menikmati rumput lapangan dan kursi bench nan mewah itu, kru Cenderawasih Pos juga merasakan berlari di atas fasilitas lintasan atletik yang berstandar Internasional Association of Athletics (IAAF).

Lintasan yang akan diverifikasi nomor satu itu akan menjadi venue bagi para manusia tercepat se-Indoensia pada PON XX tahun 2020.

“Semoga PON XX tahun 2020 kita bisa melihat manusai tercepat Asia Tenggara, Lalu Muhammad Zohri di atas lintasan ini. Semoga ada sprinter Papua yang bisa memberikan kejutan nanti,” ungkap salah satu redaktur Cenderawasih Pos, Wenny Firmansyah sambil terkagum-kagum melihat Stadion berstandar internasional ada di tanah Papua.

Lintasan atletik Stadion Papua Bangkit juga digadang-gadang memiliki fasilitas standar Olimpiade.

Rombongan Cenderawasih Pos sebenarnya punya keinginan untuk melihat indahnya lighting venue pembukaan dan penutupan PON XX. Namun karena waktu kunjungan siang hari, impian untuk melihat 199 lampu stadion yang berkekuatan 1.800 lux.  

Selain lampu yang didatangkan langsung dari Eropa, scoring board di Stadion Papua Bangkit juga didatangkan dari Eropa. “Dua scoring board juga didatangkan dari Eropa. Lintasan Atletik kami gunakan supervisi dari Jerman. Lampunya juga kami pakai orang luar dan untuk lampunya juga bisa mengikuti beat musik,” jelas Dwi Aji yang sudah pernah melihat stadion-stadion besar yang ada di Indonesia.  

Selama proses pembangunan kurang lebih 26 bulan, Aji menyebutkan ada 1.100 tenaga kerja profesional yang terlibat dalam pembangunan stadion yang menelan anggaran Rp 1,3 triliun. 

Kemewahan lain yang dimiliki Stadion Papua Bangkit menurut Aji yaitu papan iklan elektronik light emitting diode yang ada di pinggir lapangan. Papan iklan yang ada di stadion tersebut sama dengan papan iklan yang digunakan di stadion-stadion sepakbola di benua Eropa. 

Aji menambahkan bahwa fasilitas yang dimiliki Stadion Papua Bangkit tidak kalah dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta. Untuk itu, stadion yang menjadi kebanggan masyarakat Papua ini, juga bisa menggelar pertandingan bertaraf internasional.***