AMBIL GAMBAR: Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas  bersama anggotanya dan tim creative Sa Pu Cinta Dilockdown saat prosesi pengambilan gambar beberapa waktu lalu. ( FOTO: Humas Polresta Jayapura Kota for Cepos)

#Pesan Edukasi di Tengah Pandemi Corona “Sa Pu Cinta Dilockdown”

JAYAPURA-Setelah video “Sa Pu Cinta Dilockdown” yang merupakan pesan edukasi Polresta Jayapura Kota untuk masyarakat di tengah pandemi Corona beredar di luas di media sosial.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas mendadak jadi idola karena jago ngerap.

Lewat lagu tersebut, Kapolresta Gustav Urbinas mengajak masyarakat untuk tetap berada di rumah selama pandemi Corona, mencuci tangan dan menggunakan masker. 

Video semi komedian, musikal dicampur dengan adegan LDR berdurasi lima menit ini, sudah ditonton ratusan ribu penonton. Dalam video itu, menceritakan tentang masyarakat Kota Jayapura yang acuh tak acuh dengan instruksi pemeritah yang telah dikeluarkan guna memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas menerangkan, video serta dirinya ngerap bersama komedian Yewen sengaja dibuat untuk mengunggah perhatian masyarakat di Papua khususnya di Kota Jayapura. Dimana warga diminta untuk selalu taat instruksi pemerintah terkait larangan berkumpul, tetap berada di rumah serta menggunakan masker.

“Konsep video ini kita buat berdasarkan dinamika saat ini. Dimana instruksi pemerintah yang dikeluarkan masih banyak dicuekin oleh sebagian masyarakat. Malah dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal ini penting,” paparnya.

Dirinya berharap dengan publikasi imbauan melalui video edukasi, dapat memberikan kesadaran masyarakat untuk mentaati instruksi Pemerintah Kota Jayapura demi memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Menanggapi dirinya menjadi idola para netizen  melalui video edukasi serta ngerap bersama tim creative Sa Pu Cinta Dilockdown, Gustav Urbinas mengaku senang dan itu menandakan masyarakat menerima pesan yang disampaikan.

“Dengan viralnya video ini, ke depan kami akan membuat pesan-pesan kreatif melalui sebuah video. Menurut saya, sebagian dari netizen itu adalah kaum milenial sehinga pengaruh besar adalah kaum milenial. Apabila  melalui video tersebut kaum milenial melakukan hal positif, maka orang tua dan anak-anak akan mengikutinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, AKP. Jahja Rumra menyampaikan, semenjak video edukasi, berjudul Sa Pu Cinta Dilockdown dirilis Selasa (14/4) pagi, penonton sudah mencapai hingga ribuan di berbagai media sosial.

Ia berharap video itu dapat memberikan kesan sadar kepada masyarakat untuk taat kepada instruksi pemerintah yang telah dikeluarkan demi kebaikan semua pihak. (fia/nat)