PATUNG YESUS: Puluhan ribu orang mengunjungi Patung Yesus disela-sela perayaan HUT  PI ke 165 tahun di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, Rabu (5/2).  ( FOTO: Yewen/Cepos)

MANOKWARI- Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu mengatakan, Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua bersama denominasi gereja telah menetapkan 5 Februari bukan saja sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil di tanah Papua, tetapi juga sebagai hari kedamaian di tanah Papua. 

“Tanggal 5 Februari bukan saja sebagai HUT PI di tanah Papua, tetapi kami sudah canangkan sebagai hari damai di tanah Papua,” katanya saat memberikan sambutan di sela-sela perayaan HUT PI ke 165 tahun di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Rabu (5/2).

Menurut Pdt. Andrikus, ketika berbicara mengenai kedamaian, maka tidak ada sekat-sekat antara Kristen dan non Kristen. Tetapi kedamaian hadir untuk semua orang yang berlatar belakang agama, suku, ras, dan lain sebagainya.  “Kalau kita bicara damai berarti tidak mengenal Kristen dan non Kristen. Tapi damai untuk semua,” tegasnya. 

Selain dihadiri oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, perayaan HUT PI ke 165 juga dihadiri Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Yopie Onisimus Wayangkau, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol, Tornagogo Siombing, para Pejabat Kementerian, Staf Ahli Presiden, pejabat Provinsi Papua,  Forkopimda Provinsi Papua Barat, tamu dari luar negeri, bupati dan wali kota dari Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua.

Perayaan ini juga dihadiri oleh ribuan umat Kristen dan non kristen dari berbagai daerah yang ada di tanah Papua.

Pdt. Andrikus berpesan, agar terus membangun hidup damai di tengah-tengah masyarakat, berbangsa dan bernegara serta damai bagi alam semesta yang ada di bumi ini.

“Kita saling mendorong dan membangun bersama supaya kedamaian ini tidak hanya slogan saja, tetapi sungguh-sungguh hadir dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata mantan Ketua GKI Klasis Sorong ini. 

Senada dengan itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, masuknya Injil di tanah Papua 165 tahun yang lalu telah memberkati tanah ini bersama-sama dengan orang di dalamnya. 

“Saya ajak kita semua sebagai umat Tuhan, baik pejabat pemerintah, TNI-POLRI, perbankan, petani, nelayan, dan semua masyarakat untuk menjadi berkat bagi sesama,” pintanya. 

Dominggus mengajak, semua elemen, baik pemerintah, TNI-POLRI, para keluarga untuk bersama-sama menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa dan negara serta penerus di dalam keluarga masing-masing yang ada di tanah Papua.

“Kita harus jauhkan generasi muda kita dari Miras. Sebab kalau jauh dari Miras, maka Miras akan jauh dari kita. Jauh dari narkoba, maka narkoba akan jauh dari kita. Jauh dari lem fox, maka lem fox akan jauh dari kita, jauh dari kekerasan, maka kekerasan akan jauh dari kita,” kata mantan Bupati Manokwari dua periode ini.

Dominggus meminta kepada para orang tua untuk memberikan contoh dan panutan yang baik bagi setiap anak dan cucu. Selain itu, ikut menjaga alam yang ada di tanah Papua.

“Kita tetap jaga alam dan hijaukan hutan. Kita melindungi laut dan udara, sehingga kedepan dapat memberikan manfaat bagi anak dan cucu kita kedepan,” ucapnya.

Senada dengan itu, Ketua Panitia HUT PI, Nataniel Mandacan mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana menanamkan perasaan dan pikiran tentang nilai Pekabaran Injil (PI) ke 165 tahun di tanah Papua. 

“Tujuannya bagaimana meningkatkan iman dalam beribadah dalam memuji dan memuliakan Tuhan. Membangun rasa persatuan dan kesatuan umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja yang ada di Papua,” katanya. 

Nataniel mengatakan, ibadah Hut PI ke 165 tahun ini dihadiri oleh ribuan orang yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Secara khusus umat Kristiani yang ada di berbagai daerah di tanah Papua. (bet/nat)