Pemain Persipura Jayapura saat melakukan latihan di lapangan Macandra Uncen beberapa pekan lalu. ( FOTO: Erik / Cepos)

JAYAPURA – Persipura Jayapura mulai gencar melakukan laga uji coba, hingga saat ini tim berjuluk Mutiara Hitam itu telah melakoni lima kali uji coba dengan empat tim berbeda. Sayangnya, juru taktik, Jacksen Tiago mengaku penampilan anak asuhnya masih jauh dari harapan. Pasalnya, empat tim yang sudah mereka hadapi bukan tim selevel.

Tim kebanggaan masyarakat Papua itu hanya mampu meraih tiga kali kemenangan, dua kali atas RNA U-20 (10-1), sekali atas Bhayangkara U-20 (4-0), serta seri atas PON Jawa Timur (0-0) dan tumbang atas PSG Pati (1-0).

Menurut Jacksen, kelemahan timnya saat ini masih ada lini depan dan belakang. Meski timnya mampu mencetak banyak gol kontra RNA-20 dan Bhayangkara FC U-20, namun baginya itu bukan ukuran. Bahkan menurut Jacksen, harusnya timnya bisa mencetak banyak gol di setiap laga uji coba yang mereka lakoni, apalagi tim yang mereka hadapi merupakan tim yang levelnya berada jauh di bawah mereka.

“Saya menilai bahwa dalam beberapa kali uji coba dengan tim yang stratanya beda dengan kita, meskipun bisa cetak banyak gol, menurut saya masih belum teruji,” ungkap Jacksen Tiago kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Senin (24/5).

Pelatih berpaspor Brasil menyebutkan, ujian sesungguhnya akan menunjukan kualitas persiapan mereka saat menjalani uji coba dengan tim selevel, atau kontestan Liga 1 Indonesia.

“Ujian sesungguhnya adalah saat menghadapi misalnya Persik Kediri, Madura United, Bhayangkara Solo FC, atau Persela Lamongan karena mereka selevel dengan kita. Di situ baru kita bisa dapat sebuah patokan. Saya masih belum bisa berikan sebuah kesimpulan lini depan kita bagus,” ujar Jacksen.

Selain lini depan, legenda hidup PSM Makassar dan Persebaya Surabaya itu juga menyebutkan, jika lini belakang mereka juga belum maksimal dalam lima laga uji coba yang mereka jalani. Ia menilai, lini belakangnya belum begitu agresif.

“Organisasi pertahanan kita saat kehilangan bola untuk merebut kembali dari lawan itu kita masih terlalu pasif. Kita harus agresif lagi dan saya belum puas. Lini pertahanan kita kurang bagus,” kata Jacksen.

Tapi pelatih berusia 52 tahun itu membeberkan, meski timnya belum tampil apik dalam laga uji coba, setidaknya ia sudah menemukan kerangka tim yang nantinya ia akan gunakan saat melakoni fase grup Piala AFC dan kompetisi Liga 1 Indonesia 2021.

“Saya sudah menemukan beberapa formasi komposisi pemain yang akan membuat kita lebih kuat. Cuma saya belum menurunkan formasi yang menurut saya adalah formasi terbaik kita. Karena dalam beberapa kali uji coba ini kita menghadapi lawan yang tidak selevel saya lebih memberi menit bermain kepada hampir semua pemain secara sama. Itu yang menjadi tujuan utama saya karena satu tahun tidak bermain,” pungkasnya. (eri/gin).