Pesawat Boeing 737 Seri 500 milik  Trigana Air Service saat mengangkut penumpang sebelum Bandara Wamena ditutup awal Maret 2020 lalu. ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Trigana Air Service belum bisa memastikan akan melakukan penerbangan perdananya, Senin (22/6) hari ini,  pasca dibuka kembali Bandara Wamena setelah 3 bulan lamanya ditutup. Hal ini dikarenakan prosedur yang diterapkan pemerintah khususnya untuk penumpang yang ingin terbang dari Sentani Kabupaten Jayapura ke Wamena belum jelas prosedur izinnya dari Provinsi atau Kabupaten Jayapura.

   “Kita belum tahu pengurusan izin khusus untuk penumpang dari Jayapura ke Wamena ini mengurus isinnya di Kantor Bupati Jayapura atau kantor Gubernur Provinsi Papua ini, yang masih membingungkan masyarakat,”ungkapnya Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri kepada Cenderawasih Pos via selulernya, Minggu (21/6).

   Karena itu,  pihaknya   belum bisa memastikan akan melakukan penerbangan atau tidak, dan masih menunggu kepastian dari Dinas Perhubungan Provinsi Papua karena banyak masyarakat yang mengeluh soal perizinannya.

   “Masyarakat yang ingin pulang ke Wamena ini rata-rata bingung, apakah permohonan izin itu dilayangkan ke Gubernur Papua, Wali Kota Jayapura  atau Bupati Jayapura, ini yang menjadi masalah dan yang mau ke Wamena juga harus izin masuk , ini yang masih rancu, makanya kita belum tahu besok bisa terbang atau tidak,”kata Michael Biduri.

   Menurutnya mekanisme untuk penumpang yang ingin ke Wamena juga salah satunya harus mengajukan surat permohonan ijin masuk ke Pemda Jayawijaya melalui media whatsapp yang telah disiapkan. Sedangkan dari Sentani ini harus mengurus ijin untuk terbang seperti apa.

   “Kalau pengurusan belum jelas maka kita tidak bisa terbang saja ke Wamena untuk mengangkut masyarakat dari Wamena ke Jayapura, nanti kalau kita dikomplain oleh Bupati Jayapura, kami yang serba salah karena belum ada izin juga dari Kabupaten Jayapura,”jelasnya

    Ia memastikan, dari surat kesepakatan Bupati yang mengajukan permintaan pembukaan bandara itu Jayawijaya, Biak, Yapen Waropen dan Merauke. Pihaknya belum tahu apakah dari Kabupaten Jayapura ini apakah tersirat dengan surat dari gubernur Papua untuk membuka penerbangan dari Jakarta masuk  ke Jayapura ini termasuk tersirat untuk rute Sentani-Wamena atau dari Wamena juga lewat keputusan Bupati Jayapura.

   “Ini membuat kita dari aviasi penerbangan ini jadi binggung sendiri bagaimana mekanisme yang perlu dilakukan oleh masyarakat,”beber Manager Trigana Wamena.

    Ia juga memastikan selama kurang lebih 3 bulan lockdown, pesawat trigana tidak beroperasi sehingga tetap berada dalam hanggar di Bandara Sentani Jayapura. Ia juga telah menyiapkan crew dari penerbangan itu untuk melakukan penerbangan, namun hingga kemarin belum bisa dipastikan bisa terbang atau tidak. (jo/tri)