Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan ( FOTO: GAMEL/CEPOS)

JAYAPURA –  Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan melihat bahwa selama ini isu di Papua kerap dipakai untuk menarik perhatian opini publik baik di tingkat domestik maupun global. Sejatinya ini tak dipersoalkan jika tidak diplintir namun pada kenyataannya lebih banyak diputarbalikkan sehingga untuk memastikan kondisi keamanan yang lebih masif tak bisa hanya dilakukan satu institusi melainkan harus dilakukan dengan kolaborasi.

Brigjen TNI Izak Pangemanan menyebut perkembangan dinamika Kamtibmas di Provinsi Papua terus menjadi bahan yang hangat untuk dibicarakan dan menjadi isu domestik maupun global. Karenanya ia berharap adanya kolaborasi bersama seluruh stakeholder dan pihak terkait guna meminimalisir potensi ancaman gangguan keamanan di wilayah Papua.

“Kami (TNI) khususnya Korem 172/PWY terus membangun soliditas dan sinergitas yang selama ini sudah terjalin dengan Kepolisian khususnya dalam menjalankan program-program pemerintah terkait penanganan permasalahan yang ada di Papua,” kata Izak dalam rilis yang dikirim usai melakukan pertemuan dengan Kabanintelkam Mabes Polri Senin (19/4).

  Sementara itu Kabaintelkam Mabes Polri, Komjen Pol, Paulus Waterpauw menyampaikan Polri ikut menjaga sinergitas dan soliditas yang selama ini sudah terjalin baik. Tujuannya agar tercipta satu komitmen bersama dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tanah Papua. “Kami hadir di sini ingin mewujudkan sinergitas yang baik dengan seluruh pihak sehingga dalam pelaksanaan tugas kedepan dapat saling berkoordinasi khususnya terkait dengan penyelesaian masalah-masalah yang terjadi di Papua,” kata Paulus Waterpauw.

  Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat berperan menjaga Kamtibmas di Papua. “Intinya adalah semua harus bekerja, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat maupun masyarakat itu sendiri. Jika hanya kami (TNI-Polri) yang bekerja maka tidak akan efektif, seluruh elemen masyarakat harus bekerja secara terpadu sehingga cita-cita Papua yang damai, adil dan sejahtera dapat terwujud,” imbuhnya. (ade/wen)