FOTO BERSAMA: Wabup Tolikara Dinus Wanimbo, SH., MH., didampingi Kapolres Tolikara, AKBP. Leonard Akobiarek dan anggota TNI melakukan foto bersama usai sosialisasi cegah virus Corona di aula GIDI Bokondini, Sabtu (28/3).   ( FOTO: Diskominfo Tolikara for Cepos)

Pemkab Tolikara Gelar Sosialisasi 

BOKONDINI-Guna mencegah merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19 di wilayah pengunungan tengah Papua, khususnya di Kabupaten Tolikara, dibawah kepemimpinan Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE., M.Si., dan Wakil Bupati Tolikara, Dinus Wanimbo, SH., MH., mengambil berbagai langkah.

Salah satunya dengan menggelar sosialisasi mengenali gejala penyakit dan cara pencegahannya. Sosialisasi ini dilakukan di sejumlah distrik salah satunya di Distrik Bokondini. 

Sosialisasi di Distrik Bokondini dipimpin Wabup Dinus Wanimbo  didampingi Kapolres Tolikara AKBP Leonard akobiarek dan Wakapolres Tolikara Kompol Yosep Gora bersama sejumlah Tim Satgas Pencegahan Covid-19, Sabtu (28/3). 

Dalam sosialisasi ini, Pemkab Tolikara mengajak pasrtisipasi masyarakat dalam pencegahan dan mengendalikan penularan Covid-19. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. 

Masyarakat juga diminta mengikuti imbauan untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Termasuk isolasi diri dan menghentikan kegiatan yang bersifat massal.

Inisiatif pengendalian Covid-19  dilakukan Pemkab Tolikara Papua dengan membentuk Tim Satgas Pencegahan Covid-19.

 “Pemkab Tolikara sangat taat pada protokol pemerintah pusat. Buktinya  sebelum kami memulai pencegahan atau pengendalian wabah Covid-19 ini, kami telah berkoordinasi dengan pimpinan daerah meminta izin melakukan beberapa langkah inisiatif untuk pencegahan wabah virus corona covid-19 di wilayah Tolikara,” ungkap Wabup Dinus Wanimbo.

 Dikatakan,  Pemkab Tolikara sudah melakukan beberapa langkah taktis dan inisiatif untuk pencegahan penyebaran virus Corona.

Salah satunya dengan merumahkan ASN di lingkungan Pemkab Tolikara untuk bekerja di rumah, mulai 15 Maret lalu. Selain ASN, para pelajar juga diliburkan dan diminta belajar di rumah. 

Selain itu, Pemkab Tolikara juga menghentikan kegiatan masyarakat yang bersifat massal, dengan menetapkan Tolikara berstatus siaga. Hal ini berdasarkan surat edaran Bupati melalui Sekretaris Daerah 010.004/SET/III/2020. 

Surat edaran ini, menindaklanjuti Surat Edaran Menpan-RB No.19 tahun 2020 tanggal,16/03/2020 perihal Penyesuaian Sistem Kerja ASN dalam upaya pencegahan wabah Covid-19 dan Surat Edaran Wakil Gubernur Papua tertanggal,16 Maret 2020. 

 “Pemkab Tolikara juga sudah menetapkan lima titik menjadi pusat pencegahan Covid-19, yang merupakan pintu keluar dan masuk Kabupaten Tolikara. Pusat pengendalian dan informasi Covid 19 Kabupaten Tolikara juga disiapkan dan dipusatkan di gedung RSUD Tolikara yang lama di Karubaga, sehingga mudah diakses oleh warga,” jelasnya. 

Pada lima titik tersebut, menurut Wabup Dinus Wanimbo juga dilakukan pengukuran suhu badan bagi setiap orang yang masuk ke Tolikara khususnya yang baru datang dari luar Papua. 

“Hal ini kami lakukan setiap hari termasuk Minggu mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIT. Kita mendata khusus untuk memantau kesehatan mereka. Apabila kondisi tubuh mencurigakan dengan gelaja penyakit serupa dengan virus Corona tentunya ditangani khusus. Karena penaganannya sudah disiapkan tim medis untuk memeriksa proaktif,” tuturnya. 

Wabup Dinus Wanimbo juga menyampaikan bahwa RSUD Tolikara juga sudah memiliki alat kesehatan berstandar serta tenaga medis yang memadai. Namun saat ini RSUD Tolikara belum memiliki dokter spesialis paru-paru.

“Ini tentunya akan menyulitkan untuk penanganan lanjutan bagi pasien positif Covid-19. Untuk itu kami sudah berkoordinasi dengan Direktur RSUD Wamena, dimana apabila ada pasien Covid-19 akan dirujuk ke RSUD Wamena,” ujarnya.

Sampai saat ini, Pemkab Tolikara belum memberlakukan karantina wilayah atau lockdown untuk meredam penyebaran virus corona. Sebab tim pencegahan belum menemukan pasien positif Covid-19 di Tolikara.

Meskipun demikian, Pemkab Tolikara menurut Wabup Dinus Wanimbo, memperketat upaya pencegahan guna menekan masuknya Covid-19 di Tolikara.

 ”Apabila ditemukan satu pasien dengan indikasi positif virus Corona, lagsung kita tangani dengan isolasi khusus. Jika kita lengah dipastikan virus ini bisa menyebar cepat, karena cara hidup masyarakat gunung masih komunal,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bokondini, Ivon Pagawak menjelaskan sosialisasi lebih banyak diberikan untuk pencegahan wabah  virus Corona yang bisa menular dari orang ke orang melalui butiran air atau droplet yang keluar dari dari mulut atau hidung orang.

“Saat penderita flu atau batuk atau buang nafas, percikan ini bisa mengenai orang sekitar. Orang lain yang menyentuh benda yang mengandung droplet kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut bisa tertular virus Corona pula. Orang juga bisa tertular Covid-19 kalau menghirup percikan cairan dari penderita yang batuk atau buang nafas,” jelasnya. 

“Oleh sebab itu, sangat penting berada lebih dari satu meter dari orang yang sedang sakit. Kami mengajak masyarakat selalu hidup bersih dengan rajin suci tangan pakai sabun menggunakan air yang mengalir dan selalu berdoa,” sambungnya. 

Ditambahkan, mengingat vaksin dan obat untuk Covid-19 belum ditemukan, meminimalkan kontak langsung dan menjaga jarak dengan orang lain merupakan cara utama untuk menghindari penularannya. (Diskominfo Tolikara/nat)