Dari atas ketinggian, terlihat dengan jelas infranstuktur Stadion Utama Lukas Enembe yang dibangun untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020, saat terlihat dari ketigaan di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, belum lama ini. Yewen/Cepos

PON 2021 PAPUA

JAYAPURA- Persiapan dan kesiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020 yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2021 mendatang terus dilakukan oleh pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan Panitia Besar (PB) PON Papua.

Salah satu persiapan dan kesiapan yang telah rampung dibangun, yaitu pembangunan infranstruktur venue untuk pelaksanaan cabang olahraga dibeberapa wlayah klaster yang ada di Papua seperti di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika. 

Menanggapi hal ini Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Petrus Bactiar, S.T, M.T mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua dalam menyambut PON ke XX tahun 2020 perlu diapresiasi. 

“Fokus anggaran untuk tahun 2020-2021 memang untuk PON menjadi salah satu prioritas kesuksesan, termasuk sukses penyelenggaraan, termasuk dukungan infranstruktur,” ungkapnya kepada cenderawaish pos, saa dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat (21/5).

Menurut Bactiar, pembangunan infranstruktur venue untuk masing-masing cabang olahraga (cabor)ini diuntungkan lantaran molornya satu tahun penyelenggaraan PON pada tahun 2020 yang lalu lantaran virus Corona atau Covid-19 yang melanda dunia, bahkan Indonesia dan Papua. 

“Ini juga diuntungkan karena molornya satu tahun lantaran Covid-19, sehingga kesiapan bisa dilakukan lagi dan sejauh ini kesiapan sudah sangat siap,” ucapnya.

Bactiar melihat sejauh ini semua venue secara infranstruktur sudah dipersiapkan secara baik, namun hanya ada satu atau dua venue seperti misalnya rakby yang memang belum dilaksanakan karena ada pertimbangan teknis.

“Secara keseluruhan saya lihat sudah sesuai progress dalam rangka pelaksanaan PON 2020,” ujarnya.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi Papua ini menyampaikan, khusus untuk penunjang seperti akses jalan sejauh ini sudah terealisasi, terutama disekitar Kampung Harapan, terutama yang dibiayai oleh APBD maupun APBN.

“Bisa kita katakan rampung. Ada akses lain yang menjadi pendukung adalah jalur danau yang membutuhkan sedikit koordinasi antara Dinas Perhubungan dan masyarakat terkait fungsional dermaga yang ada di belakang terminal Tipe B di Waena. Ini yang harus segera diselesaikan dengan masyarakat,” beber Bactiar.

“Ini supaya fungsi terminal bisa dikoneksikan dengan fungsi dermaga. Kan juga sudah ada kapal penerbangan, sehingga bisa dimaksimalkan,” tambahnya.

Bactiar menyatakan, pihaknya menilai bahwa pemerintah provinsi dan OPD terkait cukup serius serta diharapkan tidak ada kendala terkait kesiapan teknis infranstruktur kurang lebih 4 bulan kedepan.  (bet/gin).