Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani didampingi Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga, Tantowi Yahya dalam forum Pacific Cultural Forum, dalam rangkaian Pacific Exposition 2019, di Skycity Convention Center, Aucland, Selandia Baru, Sabtu(13/7). ( FOTO : Lucky Ireeuw/Cepos)

AUCLAND – Pacific Cultural Forum sebagai rangkaian dari pelaksanaan 1st Pacific Exposition di Skycity Convention Centre berlangsung pada tanggal 13 Juli 2019. 

  Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia juga hadir pada forum yang dihadiri pula oleh sekitar 150 orang terdiri dari 17 negara Pasifik. Yaitu Cook Islands, Fiji, Indonesia, Kiribati, Marshall Islands, Micronesia, New Caledonia, Selandia Baru, Nauru, Niue, Palau, Papua New Guinea, Samoa, Solomon Islands, Timor Leste, Tonga dan Tuvalu. Yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu wakil pemerintah, akademisi, para ahli di bidang budaya. 

 Dalam Forum bertema “Our Way Forward: Fostering Cultural Cooperation among Pacific Nations” terbagi dalam 4 Sesi. Pertama, Understanding the Origin and History of Cultural Identity among Pacific Nations. Kedua, Commonality and Difference: The Path to a Multinational Nomination of UNESCO Intangible Cultural Heritage. Ketiga, Promoting the Protection of Underwater Cultural Heritage in Pacific Region. Keempat, Our Culture for Future: Advancing Creative Industry in Pacific Region.

  Dalam sambutan pembukaan, Menteri Puan menyampaikan, forum ini adalah langkah besar dalam kerja sama di antara negara-negara Pasifik untuk melestarikan dan memperkuat kerja sama pengembangan budaya. 

“Potensi kerja sama yang besar seperti mengembangkan capacity building demi pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan prioritas penting negara Pasifik saat ini,” tegas Menko PMK.

Sementara Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga, Tantowi Yahya dalam  kata pengantarnya antara lain menyampaikan bahwa dengan semangat persaudaraan dapat menjadi awal untuk membuka peluang kerja sama dibidang lainnya. 

   Turut berpartisipasi sebagai narasumber penting di Forum ini yaitu Menteri Komunitas Etnis Selandia Baru Jenny Salesa dan Menteri Luar Negeri PNG Soroi Marepo. Keduanya pada intinya menyampaikan bahwa penting untuk mengenalkan unsur budaya dalam kehidupan masyarakat Pasifik. Seperti masuknya kurikulum pendidikan tentang Pasifik yang mempunyai kesamaan bahasa, seni dan budaya. 

  Selain itu, Direktur Jenderal Melanesian Spearhead Group, Amena Yauvoli juga bertindak sebagai moderator pada sesi pertama. Hadir pula Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Dr. Hilmar Farid, yang bertindak sebagai moderator pada sesi kedua.

  Pada pembahasan di empat sesi forum tersebut kesamaan bahasa, seni dan budaya di negara Pasifik. Karena para leluhur datang dari tempat yang sama dan mempengaruhi kehidupan budaya di masing-masing negara. 

Di Indonesia hal tersebut tercermin di lima provinsi Indonesia yaitu NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. 

  Kerja sama diperlukan dalam membangun hubungan, bukan hanya di antara para negara Pasifik tetapi juga dengan tetangganya. Sedangkan, untuk pelestarian budaya benda dan tak benda diperlukan landasan peraturan dan kebijakan yang kuat di negara-negara Pasifik. 

 Disamping itu, sektor pariwisata di negara Pasifik khususnya untuk warisan budaya di bawah laut perlu dikembangkan cara untuk pemanfaatannya,

  Terdapat potensi untuk industri kreatif ekonomi di bidang seni dan budaya yang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara Pasifik. Indonesia dalam hal ini berbagi pengalaman dan siap bekerja sama di sektor kreatif Ekonomi.

  Menteri urusan Masyarakat Pasifik Selandia Baru, William Aupito Sio dalam sambutan penutupan menyampaikan bahwa dibutuhkan komitmen untuk kemitraan yang erat diantara negara pasifik. Dalam 4 tahun ke depan, Selandia Baru akan membuka kesempatan untuk masyarakat Pasifik. 

Selandia Baru sepenuhnya mendukung Indonesia dalam penyelenggaran Pacific Exposition ini. (luc)