MERAUKE-Pelaksana tugas Kepala  Dinas Kesehatan  Kabupaten Merauke  dr. Nevile  R. Muskita   mengungkapkan   bahwa  honor   bagi petugas Covid   di puskesmas saat ini sedang  dalam prosses.  Menurut dia, tugas puskesmas adalah melakukan   penyelidikan  epidemologi, penelusuran dan memantau ODP. 

  “Kalau misalnya  orang yang  dalam pemantauan  (ODP) tersebut  mempunyai  gejala dan ditetapkan sebagai PDP maka  akan dirujuk  ke   RSUD   Merauke untuk  karantina  dan  perawatan lebih lanjut. Itu tugas  teman-teman di puskesmas,’’ katanya.    

dr. Nevile  R. Muskita

  Menurut  Nevile,  untuk anggarannya dibuat dalam bentuk uang  hariannya. Dimana  petugas  puskesmas   yang diberi tugas   untuk melakukan pemantauan  selama 14   hari tersebut, maka akan diberikan honor sebesar  Rp 75.000  perhari. 

  “Ya,  tinggal kali  14  hari  saja dengan  nilai tersebut. Itulah yang akan diterima oleh teman-teman di puskesmas yang mendapat  tugas  melakukan pemantauan OPD. Siapa yang memantau dan ada surat perintah dari pimpinannya kemudian memantau  selama 14  hari,’’ jelasnya.      

   Mantan  Direktur   RSUD Merauke ini  menjelaskan bahwa honorarium  sebesar Rp 75.000  perhari bagi setiap  perawat  yang  melakukan pemantauan  ODP tersebut sesuai Peraturan Menteri Keuangan Republik  Indonesia. Sementara alokasi anggarannya, diambil dari Dana Alokasi Khusus   (DAK)  Kesehatan. Sehingga   tidak ada lagi pembayaran insentif. 

   Sebab, jika ada pembayaran  insentif maka  bisa  menjadi temuan  nanti karena  terjadi pembayaran  dua kali. Namun  jelas  Nevile  Muskita, tidak semua petugas di puskesmas mendapatkan   honor  tersebut. “Ya, kalau dia   mendapat   perintah   pendampingan ODP maka  tentu   dapat. Tapi  kalau di daerahnya  tidak ada  ODP yang akan dipantau  tentu tidak dapat    insentif  tersebut,’’ pungkasnya. (ulo/tri)