Atlet putra dan putri Hoallandia Rugby Jayapura saat merayakan kemenangannya usai keluar sebagai juara pada Kejuaraan Rugby Papua Open 2019 di Lapangan Trikora, Sabtu (3/8). ( FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA-Tim Hollandia Rugby Jayapura sukses mengawinkan gelar juara. Setalah tim Hoallandia Rugby Jayapura putra dan putri sukses keluar sebagai juara pada Kejuaraan Rugby Papua Open 2019 di Lapangan Trikora, Sabtu (3/8).

Dengan gelar juara tersebut, baik tim putra dan putri Hoallandia Rugby Jayapura masing-masing mendapatkan piala bergilir dan piala tetap.

Sementara untuk juara kedua kategori putra diraih oleh Bali Chillis disusul tim Bugim Me Rugby Club yang meraih gelar juara ketiga. Dan untuk juara dua kategori putri diraih oleh Manuai Rugby dan juara ketiga raih oleh Black Arrows.

Ketua panitia, Desy Wanggai sangat mengapresiasi animo peserta dan juga masyarakat Kota Jayapura yang begitu padat menyaksikan olahraga yang terbilang baru di Tanah Papua itu.

Menurut Desy, kejuaraan ini sebagai ajang mengenalkan cabang olahraga Rugby kepada masyarakat untuk bisa menciptakan atlet-atlet baru.

“Dalam kejuaraan ini, kami lebih mensosialisasikan kepada masyarakat luas. Dan Rugby Papua juga tidak akan ikut pada Pra PON jadi ajang ini salah satu ujicoba untuk menghadapai PON XX 2020 mendatang. Sekaligus merupakan ajang pencarian bakat, karena klub dari daerah ikut dalam Kejuaraan ini,”ungkapnya. 

Sementara itu, mantan atlet andalan Rugby Papua dan Indonesia, Lidia Kuano yang juga merupakan pengawas pertandingan dalam kejuaraan ini menjelaskan, dari kejuaraan ini, banyak atlet yang memiliki potensi untuk bisa menjadi atlet handal kedepannya.

“Potensi sangat banyak, kita terlahir dengan bakat untuk bisa dikembangkan dengan olahraga Rugby, bukan hanya sepak bola tapi Rugby juga bisa menjadi olahraga andalan kita orang Papua,” ujarnya.

Lidia merupakan atlet yang menyumbangkan medali emas bagi Papua pada PON XIX Jawa Barat 2016 lalu, serta mengharumkan nama Indonesia pada ajang Internasional.

“Orang mengetahui bahwa Rugby pasti soal tabrak atau kontak fisik, tapi nyatanya tidak, kita tidak asal main dan ada tekniknya, kita perlu berpikir biar bermain dengan skill,” katanya.

Lidia juga berharap, agar pemerintah juga bisa mendorong kemajuan olaharaga Rugby di Tanah Papua, dengan menyediakan lapangan yang layak dalam pembinaan prestasi atlet Rugby di Papua.

Di tempat yang sama, Sekjen PB PRUI, Doedie Gambiro juga mengapresiasi Pengprov PRUI Papua yang selalu aktif melakukan kejuaraan tiap tahunanya, hingga tahun yang ke VI.

Dijelaskan, Papua juga merupakan daerah penyumbang atlet terbanyak untuk Pelatnas Rugby Indonesia persiapan Sea Games Filipina.

“Memang Papua tidak hentinya memberikan kontribusi atlet nasional, banyak sekali atlet berbakat alam dari Papua yang kemudia kami pilih menjadi atlet nasional. Papua ini sebagai sumber atlet nasional Rugby Indonesia,” ucapnya.

Menurut Doedie, atlet Papua untuk cabang olaharaga Rugby memang sudah dibentuk oleh alam. Sehingga Cabor Papua diyakini memiliki atlet-atlet potensial.

“Dalam kejuaran ini saya melihat banyak atlet-atlet yang memiliki potensi, saya berharap pelatihnya disiapkan dengan baik, sehingga teknik atletnya juga meningkat. Fisik sudah dibentuk oleh alam, tinggal dipoles dengan disiplin, stamina dan teknik,” jelasnya.(eri/tho)