PELANTIKAN: Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., saat mengambil sumpah/janji dan melantik Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si, M.Pd di Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih Biak, Selasa (19/3).Fiktor Palembangan/Cepos

Diminta Kembangkan Perikanan dan Pariwisata

BIAK-Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.,MH., secara resmi mengambil sumpah/janji dan melantik Bupati Biak Numfor periode 2019-2024, Herry Ario Naap, S.Si, M.Pd., di Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih, Kabupaten  Biak Numfor, Selasa (19/3).

Pelantikan itu dihadiri Ketua DPR Papua, MRP, sejumlah anggota DPR Papua dan DPR RI, jajaran anggota Forkopimda Provinsi Papua dan Kabupaten Biak Numfor. 

Tak hanya itu, sejumlah bupati di Provinsi Papua juga ikut menghadiri pelantikan tersebut. Pelantikan yang dihadiri ribuan masyarakat ini, dikemas dalam bentuk pesta rakyat sehingga masyarakat bebas datang di lapangan menyaksikan dari dekat pelantikan kepala daerahnya itu. 

Saat memberikan sambutan usai mengambil sumpah/janji dan melantik Herry Naap sebagai Bupati Biak Numfor, Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.,MH., mengapresiasi perjalanan karir politik Bupati Herry Naap yang tergolong cukup cemerlang. Apalagi Herry Naap menurut Gubernur Enembe merupakan bupati termuda di tanah Papua saat ini. 

Bagaimana tidak, hanya kurun waktu kurang lebih 4 tahun bisa menduduki jabatan politik, sebelumnya pada Pemilu tahun 2014 lalu terpilih sebagai anggota DPRD Biak Numfor, lalu dipilih jadi Wakil Bupati Biak Numfor dan selanjutnya kurang lebih dua tahun menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati dan selanjutnya dilantik sebagai Bupati Biak Numfor untuk kekepemimpinan lima tahun ke depan. 

“Ini prestasi yang luar biasa, Bupati Biak Numfor ini adalah bupati termuda di tanah Papua saat ini. Oleh karena itu kerja baik, layani masyarakat dengan baik. Karir masih panjang, dan saya juga waktu itu seperti Bupati Biak, mulai dari jabatan wakil bupati, bupati dan menjadi Gubernur,” papar Gubernur Lukas Enembe disambut apluas yang meriah dari ribuan orang. 

 Gubernur Lukas Enembe dalam kesempatan itu juga menjelaskan kepada ribuan masyarakat yang hadir bahwa keterlambatan beberapa hari pelantikan Bupati Biak Numfor bukan karena faktor kesegajaan atau lainnya, namun memang karena SK penetapan sebagai Bupati waktu itu belum ada sehingga dilakukan penundaan beberapa hari. 

“Saya malah tanya, jadi nggak itu pelantikan Bupati Biak Numfor tanggal 11. Namun dari bagian pemerintahan menyatakan belum ada SK dan saya minta supaya segera ditinjaklanjuti, nah  begitu kondisi. Jadi saya malah berharap melakukan pelantikan secepatnya, intinya bahwa saya cukup mendukung dan beharap dibawa kepemimpinan Bupati Herry Naap ke depan Biak Numfor lebih baik dan bangkit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Lukas Enembe secara khusus meminta agar potensi Kabupaten Biak, terutama di sektor pariwisata dan perikanan, dapat terus dikembangkan.

“Saya harapkan Bupati Herry Naap mampu kembangkan potensi di Biak, khusunya di sektor pariwisata dan sektor perikanan. Kerahkan seluruh stakeholder untuk pastikan ini dapat berjalan,” pintanya.

Gubernur Enembe juga meminta Herry Naap untuk memastikan agar roda penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Biak Numfor dapat berjalan dengan baik. Demikian Bupati Herry Naap harus melangkah bersama semua stakeholder di Kabupaten Biak Numfor untuk melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang cukup berat.

“Dalam hal ini untuk memastikan seluruh rakyat di Kabupaten Biak Numfor merasakan keadilan pelayanan pemerintah dan kemasyarakatan dalam kehidupan sehari hari, terutama dalam pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan yang baik dan menuju masyarkaat Biak Numfor yang sejahtera,” tambahnya.

Hal menarik yang disebutkan Gubernur Enembe terhadap Bupati Herry Naap tidak lain karena umurnya yang tergolong masih muda dan mampu mendapatkan kepercayaan masyarakat Biak Numfor untuk memimpin di periode 5 tahun kedepan, 2019 – 2024.

“Saya bangga dia (Bupati Biak Numfor) masih muda dan bisa pimpin masyarayat Biak Numfor. Ini hampir sama dengan umur saya waktu dilantik menjadi Wakil Bupati Jayawijaya. Demikian, jaga baik kepercayaan dari masyarakat Biak Numfor dengan menjalankan pemerintahan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

“Kerja yang baik. Sebab, kalau kerja baik, karir juga baik. Kalau kerja salah, harus terus berhati-hati. Jaga pembangunan dan pelayanan masyarakat dengan baik sehingga kepemimpinan itu dipercaya juga masyarakat Biak Numfor,” terangnya lagi.

Seperti diketahui, sejatinya Hery Naap dilantik menjadi Bupati Biak Numfor didampingi almarhum Nehemia Wospakrik sebagai wakil bupati terpilih. Namun, sebelum pelantikan dilakukan, Nehemia Wospakrik meninggal dunia.

Oleh sebab itu, Gubernur Enembe menyampaikan rasa berbelasungkawanya. Disebutkannya bahwa Nehemia tidak lain merupakan salah satu putra terbaik Kabupaten Biak Numfor, sehingga semoga bakti yang telah dilakukan selama hidupnya diterima di sisi Tuhan. Serta keluarga yang ditinggalkan, diberikan ketabahan dan kekuatan.

Dengan dilantiknya Bupati Biak Numfor, maka sudah 6 bupati yang dilantik pasca Pilkada Serentak 2018. Kini, tinggal menyisakan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Mimika yang akan dilantik pada September 2019 mendatang.

Secara terpisah, Bupati Herry A Naap juga mengajak semua komponen di Kabupaten Biak Numfor melakukan instrofeksi tentang kondisi kabupaten yang terkesan terdegradasi, terbelakang dari sejumlah kabupaten lainnya pada hal umurnya jauh lebih tua. Kabupaten Biak Numfor sebagai kabupaten tertua di tanah Papua ke depannya diharapkan wajib bangkit dan menatap hari esok yang lebih baik. 

“Mari kita renungkan bersama apa penyebabnya sehingga kita terdegradasi cukup jauh, kabupaten ini adalah melahirkan pendahulu yang membuka peradaban di Tanah Papua. Ayo mari bersama kita bangkit, kita kerja dengan jujur, kita harus bersatu dan kompak. Kebersamaan harus kita bangun, jangan kita jalan dengan ego masing-masing,” tandasnya.  

Di depan para undangan, Bupati Herry A Naap juga berharap ada dukungan serius dari Gubernur Papua, DPR Papua dan DPR RI terhadap kemajuan pembangunan di Kabupaten Biak Numfor, khususnya lagi dalam hal pemulihan kondisi keuangan daerah yang dalam keadaan perlu mendapatkan perhatian serius. 

“Harapan kami ke Pak Gubernur, DPR Papua dan DPR RI ikut mendukung dan membantu kami dalam memulihkan kondisi di Kabupaten Biak Numfor. Pemulihan kondisi daerah saat ini memang menutuhkan bantuan dari semua pihak, dan kami yakin pasti akan bisa. Perhatian dari Pak Gubernur kedepan pasti besar,” imbuhnya. (itb/gr/nat)