MERAUKE- Bakal   calon  bupati  Merauke Hendrikus Mahuze, SE, M.Si menyatakan  sikap  akan  segera  melaporkan  ke  Polisi  orang yang mengupload  penyerahan  uang   ke media sosial  sehingga menjadi viral.  Dicegat  seusai  menghadiri pembukaan rapat  kerja  KNPI Kabupaten Merauke,  Hendrikus Mahuze   mengaku jika  pihaknya  sudah mengantongi  nama  dari orang yang  mengupload video  ke media sosial  tersebut, sehingga menjadi  viral. 

   Ia menyebut, orang tersebut sebenarnya bagian  dari timnya. Namun mengupload  video  itu   ketika meminta uang  namun tidak  dipenuhi. ‘’Yang mengupload  ini  adalah  teman-teman  kita sendiri dan ini ada tindak pemerasan yang  dilakukan, sehingga  teman-teman  tidak memenuhi kebutuhannya sehingga dia mengupload. Secara  hukum karena ini merugikan saya, maka   kami akan laporkan  untuk proses hukum,’’ kata    Henderikus Mahuze, Sabtu  (12/9). 

   Untuk laporan   ke  Polisi  tersebut, lanjut  Henderikus Mahuze,   dirinya sedang berkoordinasi dengan    kuasa hukumnya.  ‘’Kami sudah kantongi namanya. Kami sudah berkoordinasi dengan   kuasa hukum  kami  untuk melaporkan. Mungkin dalam 1-2 hari ini  akan melaporkan kasus ini ke polisi.’’ katanya.   

    Terkait dengan video viral  tersebut, Henderikus   Mahuze mengaku  telah memberikan  klarifikasi. Menurutnya,  bahwa apa yang diviralkan tersebut bagian dari tim  pemenangan bersama dengan  Partai keadilan Sejahtera  yakni pengadaan  atribut.  “Memang saat kami bertemu di Jakarta itu, kami sudah bicara bagaimana pemenangan kita dalam rangka Pilkada 2020. Saya mau  sampaikan kepada teman-teman PKS sendiri  bahwa  saya sudah  siap untuk  memulai  start  untuk pemenangan sendiri, sehingga  video itu memang  menggambarkan bahwa  kami sudah memberikan kepercayaan kepada  PKS untuk mengurus seluruh atribut  kami   mulai dari kita mendaftar sampai  nanti kampanye  9 Desember  itu yang akan kita lakukan,’’ terangnya. 

   Hendrik Mahuze juga meminta kepada masyarakat  agar tidak mudah menshare  sesuatu yang  sebelum mengetahui terlebih dahulu  sebenarnya kronologi seperti apa.    ‘’Jangan   hanya  membuat stigma atau statemen di media sosial   bahwa  Henderikus Mahuze sedang  memberikan  mahar politik atau menyogok. Sekali lagi saya mau katakan   100 persen tidak ada suap  atau pemberian  mahar untuk mendapatkan rekomendasi.    Karena jelas,  kami punya SK  tanggal 6 Agustus. Sementara pertemuan  itu tanggal 9 Agustus. Jadi pertemuan itu kami sudah membahas strategi pemenangan kita.  Saya pikir  bakal kandidat  dalam PKPU diperbolehkan dalam mengadakan alat peraga kampnye. Bahkan  saya lihat di aturan, kita diberikan 200 persen kelonggaran dari yang disiapkan oleh KPU. Itulah yang saya mau  sampaikan kepada media bahwa  apa yang  disampaikan dalam  video jika itu  mahar  politik sangat tidak benar,’’ tandasnya. (ulo/tri)