Penemuan Mayat di Parit Rusunawa, Polisi Periksa Tiga Saksi

Aparat Kepolisian saat mengevakuasi jenazah Silvester Hisage ke atas ambulance untuk dievakuasi ke RS Bhayangkara, Kamis (24/12). (FOTO: Humas Polresta Jayapura Kota for Cepos)

JAYAPURA-Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota telah memeriksa tiga orang saksi terkait penemuan mayat yang diketahui bernama Silvester Hisage dengan posisi tubuh terendam air di dalam parit Asrama Rusunawa, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kamis (24/12) lalu.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav Urbinas melalui Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Komang Yustrio Wirahadi Kusuma mengatakan, pihaknya sedang menunggu hasil visum dan autopsi dari rumah sakit setempat.

“Hasil autopsi dan visum untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ucap Komang Wirahadi kepada Cenderawasih Pos, Senin (28/12).

Dijelaskan, hasil visum merupakan pengamatan di luar, jika memang korban dibunuh pasti ada bekas dipukul dikeroyok pasti atau luka lebam. Kalau ada indikasi keracunan mau tidak mau akan dilakukan autopsi.

Terkait tiga orang saksi yang sudah dimintai keterangan yakni mereka yang pertama kali melihat dan mengetahui korban dalam parit Asrama Rusunawa, Kelurahan Yabansai Distrik Heram dalam keadaan tak bernyawa lagi.

Sementara itu, Kasubbag Humas AKP Jahja Rumra mengatakan, dalam kasus temuan mayat yang diketahui bernama Silvester Hisage, penyidik Polsek Abepura sudah meminta keterangan saksi.”Saksi SW ini yang pertama kali menemukan korban dan LW merupakan rekan korban yang saat itu mengantar korban ke Rusunawa, Rabu (23/12) sekira pukul 23.00 WIT,” terang Jahja.

 Lanjut AKP Jahja, dari keterangan saksi LW bahwa sebelum mengantar korban ke Asrama Rusunawa, saksi bersama korban ada duduk mengonsumsi minuman keras dengan beberapa rekannya di asrama STFT.

 “Saat lagi mengonsumsi minuman keras, korban menerima pesan dari adiknya yang tidak diketahui oleh saksi untuk meminta korban datang ke Asrama Rusunawa. Kemudian korban meminta saksi LW untuk mengantarnya ke sana,” bebernya.

 Jahja menuturkan, saksi tidak tahu siapa penghuni Asrama Rusunawa yang biasa korban datangi semasa hidup. Saksi juga ada mendengar bahwa korban jatuh hingga meninggal dunia dan kemungkinan didorong atau senggol.

 “Keterangan saksi, korban jatuh dari asrama tersebut memang ada yang sengaja, namun saksi tidak tahu siapa yang mencelakai korban,” beber Jahja.

Jahja menjelaskan, dari hasil visum luar tubuh korban ditemukan luka-luka lecet pada bagian siku dalam dan tubuh lainnya dalam keadaan normal.

 “Kematian korban belum dapat dipastikan oleh pihak kepolisian lantaran pihak keluarga menolak dilakukan outopsi dengan menandatangani surat pernyataan oleh keluarga yang diwakili saudara Benyamin Hisage. Kasus ini akan terus dilakukan penyelidikan oleh Polsek Abepura guna mencari tahu penyebab kematian korban, “pungkasnya. (fia/JPG)