Ketua KPU Papua, Theodorus Kosay

JAYAPURA-Pemungutan Suara Susulan (PSS)  di Kabupaten Boven Digoel akhirnya berjalan sesuai  jadwal yaitu pada 28 Desember 2020. Nah meski sempat diwanti-wanti berpotensi menimbulkan gejolak namun langkah antisipatif dan pola pendekatan yang dilakukan bisa menenangkan stabilitas keamanan daerah.

Ketua KPU Papua, Theodorus Kosay menyampaikan bahwa pada dasarnya dari proses pemungutan suara di Boven Digoel saat hari H lalu berjalan lancar. Ini dikatakan tak lepas dari koordinasi yang dilakukan dengan pihak penyelenggara, pihak keamanan dan masyarakat.

Theo berpendapat bahwa masyarakat cukup antusiasi dimana mulai pukul 07.00 WIT sudah terlihat antrian hingga pukul 13.00 WIT. Lalu setelah istirahat dilakukan penghitungan suara dan setelah itu dilanjutkan dengan rekap C hasil KWK yang disaksikan bersama dan sebagian sudah selesai pukul 15.00 WIT.

“Presentase pemilih di Boven Digoel awalnya kami berpikir bahwa antusiasi akan menurun namun ternyata antusiasnya cukup tinggi dan kami percaya di distrik-distrik lain justru masyarakat tetap menunggu moment ini. Saya melihat masyarakat berbondong-bondong menyalurkan hak suaranya dan kami berharap hasilnya signifikan,” jelas Theodorus dalam rilisnya, Selasa (29/12).

Hanya saja untuk hasil keseluruhannya baru akan dilihat  pada 5 Januari 2021. Partisipasi Pemilu yang ditargetkan oleh KPU RI adalah 77,5 persen dan untuk 10 kabupaten lain di Papua  dikatakan partisipasinya sebesar  95 persen. Pihaknya berharap partisipasi di Boven Digoel  sama seperti daerah lain.

Sementara untuk rekap di tingkat distrik akan dilakukan mulai 29 Desember hingga 2 Januari  dan setelah itu dilanjutkan dengan rekap ditingkat kabupaten pada 1 Januari hingga 5 Januari.

KPU Papua lanjut Theo mempercayai dalam Bimtek maupun sosialisasi kepada penyelenggara tingkat bawah, PPD, PPS dan KPPS diharapkan tak ada masalah yang urgent.

“Kami berharap dalam penghitungan suara maupun rekap bisa terjadi dengan empat etika moral untuk mengedepankan integritas, profesionalitas, netralitas dan kerjasama yang baik. Jika rekap baik sesuai aturan maka bisa menghindari konflik yang hanya merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Secara umum, pelaksanaan pemungutan suara susulan di Kabupaten Boven Digoel  pada 28 Desember 2020  berjalan dengan aman dan lancar. ‘’Secara umum, pelaksanaan pemungutan suara  berjalan dengan lancar. Artinya dalam pelaksanaan tidak ada gangguan keamanan,’’ kata  Ketua Bawaslu Kabupaten Boven Digoel Frans Asek saat dihubungi Cenderawasih Pos melalui telpon selulernya,   Selasa (29/12).

Meski   begitu, lanjut Frans, ada sejumlah  temuan. Diantaranya, ada TPS yang surat suaranya lebih tapi ada juga  TPS yang surat suaranya  kurang. Meski begitu, hal ini tidak memengaruhi proses pelaksanaan pemungutan suara susulan di Boven Digoel.

Selain itu, pihaknya juga menemukan adanya pemilih yang menggunakan surat  pemberitahuan orang lain untuk mencoplos.   Terkait dengan temuan itu, pihaknya  menindaklaniuti dengan  melakukan pleno.

Temuan lainnya menurut Frans Asek, adalah  adanya dugaan money politik. Dimana  Bawaslu telah menangkap 5 orang  yang telah menerima uang dengan pecahan Rp 100 ribu sebanyak 12 lembar.  ‘’Tadi malam kami sudah bahas di Sentra Gakkumdu,’’ terangnya.

Dikatakan, money politik  ini ditemukan di salah satu  TPS. Saat ditangkap,   penerima uang tersebut telah menyebutkan nama orang yang memberinya  uang. Hanya saja pihak Bawaslu belum melakukan pemanggilan dan verifikasi terhadap orang yang diduga membagi-bagikan uang tersebut. ‘’Kami belum melakukan pemanggilan terhadap orang yang dimaksud  untuk melakukan verifikasi.  Pemanggilan akan kita lakukan setelah kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang yang menerima uang tersebut,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw menengaskan siapapun pemenang Pilkada di Kabupaten Boven Digoel, harus dihormati dan dihargai. “Siapapun  pemenangnya dari pemilihan susulan di Kabupaten Boven Digoel harus dihormati dan dihargai,’’ tandas jenderal bintang dua tersebut, kepada wartawan di Merauke saat akan bertolak kembali ke Jayapura, Selasa (29/12).

Kapolda Waterpauw menjelaskan,  siapapun pemenangnya itulah  pilihan rakyat   yang dipilih secara langsung dan demokratis sehingga harus dihormati dan dihargai. Dalam rangka pemungutan suara susulan di Boven Digoel  tersebut,  Kapolda  Waterpauw  bersama dengan Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko meninjau langsung pelaksanaan pemungutan suara.

Kapolda menyebutkan bahwa dirinya meninjau langsung pemungutan suara tersebut dan sempat keliling dan mengecek situasi kondisi di Boven Digoel. ‘’Ada keliling cek dan sekitar 8-10 TPS  yang sempat saya tinjau langsung,’’ katanya.

Dirinya menilai bahwa pelaksanaan  pemungutan suara susulan di Kabupaten Boven Digoel  berjalan dengan baik. Masyarakat ceria dan senang. Situasi legang dan berjalan lancar. ‘’Ini menunjukkan bahwa pesta demokrasi berjalan  dengan baik. Kemarin ada kendala sedikit dan sudah bisa tersalurkan dengan baik. Saya lihat penyelenggara juga berlapis mulai KPU Provinsi ada, Bawaslu Provinsi. KPU dan Bawaslu juga menjalankan tugasnya dengan baik,  para pihak yang menjadi saksi dan lain sebagainya juga menjalankan tugasnya dengan baik,’’ katanya.

Sementara dari aparat keamanan yang dikomandoi oleh Kapolres dan Dandim,   lanjut Kapolda juga bisa menjalankan tugasnya dengan baik. ‘’Peran dari tokoh-tokoh masyarakat , agama dan sebagainya. Teman-teman media juga  luar biasa, semua hadir dan berpartisipasi dalam satu tekadfdan tujuan yang sama memperlancar proses Pilkada ini,’’ tandasnya.

Kapolda menambahkan bahwa  untuk pengamanan Pilkada susulan di Boven Digoel telah dilakukan pergeseran pasukan. Namun jumlahnya tidak  banyak, hanya 240 personel. ‘’Teman-teman dari TNI sekira 80 personel  dan dibantu teman-teman Brimob. Baik satuan Brimob Nusantara dari Kalimantan Barat sebanyak 1 kompi ditambah Brimob dari Merauke,” tamabhnya.

Kapolda  mengatakan, penambahan  pasukan  tersebut terkait dengan  kejadian sebelumnya.  ‘’Kita tidak mau kecolongan lagi sehingga kita pertebal perkuatan secara maksimal. Penggalangannya diatur Kapolres,’’ terangnya.

Untuk kasus-kasus pidana yang terjadi sebelumnya seperti pembakaran rumah pribadi wakil bupati menurutnya masih dalam proses. ‘’Detailnya  bisa  ditanyakan ke Direktur Pidana Umum Polda Papua atau Kapolres Boven Digoel,’’ tandas Kapolda  Paulus Waterpauw. (ade/ulo/fia/nat)