*Hari ini, Hasil CPNS Pemprov Papua Diumumkan

JAYAPURA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yalimo secara resmi mengumumkan hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018. Hasil seleksi CPNS ini diumumkan melalui harian Cenderawasih Pos, Rabu (29/7) hari ini. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Yalimo, DR. Isak Yando, SE., M.Si., menyebutkan hasil seleksi CPNS yang diumumkan hari ini merupakan murni hasil kerja para peserta yang mengikuti seleksi. “Bukan Pemkab Yalimo yang menentukan tetapi peserta sendiri. Sebab proses seleksi dilakukan menggunakan sistem CAT,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/7). 

DR. Isak Yando SE. M.Si  ( FOTO: Noel/Cepos)

Dari kuota CPNS formasi 2018 yang diterima Pemkab Yalimo sebanyak 446 orang, menurut Sekda Isak Yando, 80 persen atau sebanyak 315 orang merupakan peserta OAP (Orang Asli Papua). Sementara sisanya yaitu 131 merupakan peserta non OAP. 

“Pemkab Yalimo sudah berupaya ke pusat ke Kemenpan RB dan BKN untuk mengantar hasil kerja para peserta. Sehingga hasilnya bisa diumumkan. Untuk itu, masyarakat harus pahami bahwa ini merupakan hasil usaha masing-masing peserta,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua, Nicolaus Wenda, menyebutkan bahwa hasil kelulusan seleksi CPNS tingkat Pemerintah Provinsi Papua secara lengkap dapat diakses pada situs Pemerintah Provinsi Papua (papua.go.id), Rabu (29/7) hari ini pukul 18.00 WIT sore.

“Selain melalui situs Pemprov Papua, hasil kelulusan juga dapat diketahui dengan membaca Harian Cenderawasih Pos edisi 30 Juli 2020. Demikian, setelah melihat hasilnya, diharapkan bagi peserta yang telah dinyatakan lulus untuk segera melaporkan diri kepada Gubernur melalui Badan Kepegawaian Daerah pada 3 – 7 Agustus 2020,” ujar Nicolaus Wenda dalam rilis BKD Provinsi Papua yang diterima Cenderawasih Pos, Selasa (28/7) kemarin.

Wenda menjelaskan bahwa pada tahun 2018, Pemerintah Provinsi Papua mendapat formasi sebanyak 606 dengan pembagian formasi guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya. Dengan formasi 606 tersebut, peserta yang mengikuti seleksi/ujian CAT mencapai 2.906 orang dan yang dinyatakan lulus sebanyak 606 orang.

“Perlu diketahui oleh masyarakat, khususnya para peserta yang ikut seleksi CPNS formasi umum 2018 bahwa keterlambatan pengumuman hasil seleksi ini bukanlah kesengajaan Pemerintah Provinsi Ppaua atau BKD Provinsi Papua,” tambahnya.

Sebaliknya, hal ini dikarenakan pada 2018 lalu, disepakati bersama dengan pemerintah kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat bahwa seluruh proses seleksi penerimaan CPNS sampai dengan pengumuman hasil kelulusan dilakukan secara bersama-sama, walaupun sudah ada daerah yang sudah selesai prosesnya.

“Sebenarnya, berdasarkan aturan yang berlaku, bahwa kewenangan merencanakan formasi, pelaksanaan seleksi, hingga pengumuman hasil seleksi kelulusan CPNS merupakan kewenanganan pemerintah daerah masing-masing,” jelasnya lagi.

Diketahui, penetapan persentase penerimaan CPNS adalah 80 persen untuk Orang Asli Papua dan 20 persen untuk non OAP. Penerimaan CPNS tidak menggunakan passing grade, melainkan menggunakan pemeringkatan (ranking/peringkat). 

Secara terpisah, Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura, Paulus Dwi Laksono mengungkapkan, sudah ada kurang lebih dua kabupaten yang telah mengumumkan hasil tes CPNS formasi tahun 2018, yaitu Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi. Sedangkan kabupaten/kota termasuk Provinsi Papua lainnya di Papua akan menyusul mengumumkan hasil seleksi CPNS mereka. 

“Infonya baru Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Jayapura. Itupun informasinya melawat berita yang saya baca di koran Cenderawasih Pos (Cepos),” ungkapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Selasa (28/7).

Paulus mengatakan, setelah mengumuman hasil seleksi CPNS ini, maka tahap selanjutnya adalah bagaimana mengurus pemberkasan untuk dilakukan penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) oleh Kantor Regional (Kanreg) BKN .

“Setelah pengumuman akan dilakukan pemberkasan untuk menetapkan NIP oleh Kanreg BKN yang selanjutnya sebagai dasar pengangkatan CPNS,” katanya. 

“Pemberkasan dilakukan di BKD/BKPP/BKPSDM di daerah masing-masing dan diusulkan ke Kanreg IX BKN Jayapura,” sambungnya.

Paulus mengatakan, pelamar CPNS yang dinyatakan lulus nanti cukup melengkapi persyaratan yang telah ditentukan sebagaimana dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 14/2018. Kelengkapan persyaratan ini tidak dipungut biaya.

Paulus menyatakan bahwa pelamar tes CPNS yang dinyatakan lulus ini adalah murni hasil atas kemampuan sendiri tanpa ada intervensi atau campur tangan pihak manapun. Bagi yang dinyatakan tidak lulus untuk mohon menerima hasil ini dengan jiwa besar dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum.

“Tetapi untuk lebih berkonsentrasi belajar lagi guna mengikuti pengadaan atau tes CPNS berikutnya. Karena hasil yang dinyatakan lulus adalah berdasarkan rangking terbaik peserta,” ucapnya. 

Sementara itu, Polda Papua siap mengantisipasi pengamanan pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di beberapa tempat di Provinsi Papua. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, pengamanan dari kepolisian akan dilakukan sesuai dengan situasi yang ada di setiap daerah masing-masing di Provinsi Papua.

“Kita meminta kepada masyarakat yang mengikuti tes untuk mengikuti prosedur yang ada, bagi mereka yang belum dinyatakan lulus untuk tidak meluapkan ketidak puasannya kepada orang lain atau apapun,” ungkap Kamal, Selasa (28/7).

Kabid Humas juga mengingatkan agar tidak melakukan unjuk rasa ketika belum dinyatakan lulus dalam tes CPNS kali ini, melainkan bicarakan dengan pihak penyelanggara dengan baik. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pengamanan kita lihat situasi dan kondisi masing-masing daerah, tidak harus kita jaga perketat. Namun perlunya membangun komunikasi dengan penyelenggara dan masyarakat setempat. Kalau belum lulus tahun ini, bisa mengikuti tes CPNS tahun berikutnya,” pungkasnya. (oel/gr/bet/fia/nat)