Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw

Jhony Banua : Anggota DPRP Sementara Tak Boleh Keluar Papua 

JAYAPURA – Ditengah pandemi virus Corona dimana Papua tak lepas dari keberadaan virus ini ternyta masih banyak pejabat Papua yang tak patuh dan memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Sementara setiap pertemuan, para pejabat juga yang memberi himbauan untuk mematuhi apa yang menjadi instruksi pemerintah. 

 Semisal saja beberapa anggota komisi di DPRD Kota yang dilaporkan tengah melakukan perjalanan dinas keluar Papua bahkan informasinya akan melanjutkan perjalanan hingga ke Aceh. Begitu juga dengan beberapa anggota DPR Papua yang informasinya baru tiba dari Jakarta termasuk gubernur sendiri yang baru datang ke Papua. 

 “Kami heran saja dengan pejabat-pejabat kita, katanya ada perintah untuk jangan keluar rumah atau lebih baik berdiam diri di rumah dan tidak ke tempat-tempat umum  tapi kami dengar banyak pejabat yang keluar masuk dari daerah yang positif Corona. Ini bahaya karena bisa saja mereka ini yang bawa masuk virus tersebut,” sindir Gunawan, salah satu penggiat sosial di Jayapura. 

 Pria yang banyak berhubungan dengan dunia kesehatan ini menyebut kalaupun akhirnya baru tiba dari kota yang dinyatakan positif Corona maka seharusnya  secara mandiri atau sukarela melakukan karantina selama 14 hari untuk melihat apakah ada perubahan pada kondisi tubuh atau tidak.

 “Kami juga melihat kemarin  gubernur memimpin rapat dengan para pejabat di Papua padahal beliau baru tiba di Jayapura. Harusnya melakukan karantina mandiri dengan waktu 14 hari tadi. Saya pikir kita patut belajar dari Wali Kota Bogor, Bima Arya yang langsung mengkarantinakan dirinya termasuk Menteri Kesehatan Terawan yang akhirnya positif setelah berinteraksi dari luar,”  sambung Gunawan. “Jangan pejabat memberi instruksi dan himbauan tapi pejabat juga tak melaksanakan,” sindirnya.

 Sementara terkait ini Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw menyampaikan bahwa dirinya telah menghentikan semua perjalanan dinas ke luar Papua. “Untuk seluruh anggota DPRP kami sudah minta untuk tidak keluar Papua dulu. Kalau ada yang mengusulkan Surat Perintah Tugas (SPT) maka saya tidak akan menandatangani. SPT ini yang dipakai untuk mencairkan SPPD,”   tegasnya. Meski demikian Jhony menyebut bahwa beberapa hari lalu ada beberapa anggota DPRP yang memang baru datang dari Jakarta.

 “Saya tidak tahu sebab saya tak pernah mengeluarkan SPT, mungkin perjalanan pribadi, tapi dengan situasi seperti ini seharusnya jangan lagi ada yang keluar,” tutupnya. (ade/wen)