Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memimpin serah terima jabatan Dir Intel Polda Papua dari Kombes Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin kepada Kombes Pol Alfred Papare di Mapolda Papua, Selasa (18/2) kemarin.  ( FOTO: Elfira/Cepos)

Mantan Kapolres Jayapura Kota Jabat Dir Intel Polda Papua.

JAYAPURA- Mantan Kapolres Jayapura Kota Kombes Pol Alfred Papare menjabat sebagai Direktur Intelkam Polda Papua menggantikan pejabat sebelumnya, Kombes Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin. Dimana Kombes Pol Patrige dipromosi jabatan sebagai Irwasda Polda Papua.

Dalam serah terima jabatan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Aula Rastra Samara Polda Papua, Selasa (18/2). Irjen Pol Waterpauw menitipkan pesan kepada Dirintel baru agar menjadi mata dan telinga.

“Bagaimana mengembangkan tugas-tugas  fungsi intelijen  menghadapi situasi kita sekarang khususnya di papau yang saat ini menjadi  sorotan masyarakat, baik pimpinan di pusat  atau  masyarakat dari berbagai wilayah yang ada di dindonesia berkaitan dengan Pilkada dan PON,” ucap Kapolda kepada wartawan usai memimpin serah terima jabatan yang juga dihadiri oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki, para Pejabat Utama Polda Papua, para Pamen, Pama dan ASN golongan III dan Bhayangkari.

Dikatakan, serah terima jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa dengan tujuan untuk menjamin dinamika manajemen organisasi, sekaligus dalam rangka promosi bagi pejabat yang bersangkutan guna meniti karir di lingkungan Polri.

“Dengan bekal pendidikan yang baru diperoleh sehingga sebagai pimpinan tertinggi fungsi intelijen di polda haruslah update, tidak out of date terhadap semua aspek-aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Buat action plan untuk menghadapi berbagai agenda nasional di papua dan kalender Kamtibmas yang akan kita hadapi dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

Lanjutnya, tahapan Pemilukada serentak sudah dimulai sehingga fungsi intelijen harus segera bergerak sebagai ujung tombak dan menjadi mata dan telinga pimpinan serta diharapkan untuk bisa menyerap informasi sekecil apapun yang ada di masyarakat. Berkaitan dengan Kamtibmas demi terciptanya keamanan yang kondusif. 

“Terhadap berbagai potensi ancaman gangguan penyelenggaraan Pemilukada serentak dan PON XX tahun 2020, diharapkan Mapping kerawanan di dearah agar dipertajam. Hal ini sebagai dasar penentuan pola pengamanan yang tepat mengingat secara historis dalam pelaksanaan pemilukada-pemilukada sebelumnya, sering muncul berbagai potensi kerawanan, misalnya adanya black campaign yang mengangkat isu sara dan aksi kekerasan dalam upaya mencari simpatisan massa, adanya permasalahan validitas data jumlah pemilih, adanya rencana aksi pengerahan massa oleh pasangan calon yang tidak lulus verifikasi KPUD dan lainnya,” tuturnya.

Kapolda juga mengingatkan seluruh pejabat dan para kapolres agar mempersiapkan pengamanan Pemilukada dan PON XX dengan baik. Lakukan cek-ricek dan final cek terhadap kekuatan personil, cara bertindak serta ancaman yang akan dihadapi. Jangan lengah meskipun sampai dengan saat ini kita selalu berhasil mengawal demokrasi. 

Fungsi intelijen lakukan update Mapping atau petakan kerawanan pada setiap daerah yang melaksanakan Pemilukada dan penyelenggaraan PON XX dan tindak lanjut dengan pola-pola koordinasi yang tepat sehingga potensi gangguan tidak menjadi gangguan nyata. 

“Lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen, dan didukung Bhabinkamtibmas, untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat serta antisipasi hatespeech yang dapat memprovokasi baik di media sosial maupun konvensional,” terangnya.

Menurut Kapolda, sebesar apapuan kekuatan personel tidak akan mencukupi jika tanpa adanya dukungan dari masyarakat yang membantu suksesnya pelaksanaan Pilkada di 11 Kabupaten di Papua serta pelaksanaan PON itu sendiri. (fia/wen)