Abisai Rollo ( FOTO: DOK/CEPOS)

JAYAPURA – Persoalan ketersediaan air bersih di Jayapura hingga kini masih menjadi PR. Tidak semua tempat di Jayapura yang mendapatkan pelayanan air PDAM. Selain itu banyak juga yang harus menunggu air digilir. Ini tak lepas dari debit air yang memang tersedia. Hal ini kata Ketua DRPD Kota Jayapura, Abisai Rollo perlu dicarikan jalan keluar  agar ketersediaan air mencukupi. Rollo menyebut bahwa minimnya ketersediaan air tak lepas dari kondisi hutan di kaki gunung cycloop yang rusak akibat perambahan.

“Lereng gunung banyak yang sudah habis sehingga air bersih sulit diperoleh. Banyak titik yang kesulitan air karena banyak penebangan hutan sehingga mengganggu daerah tangkapan air. Saya sendiri untuk minum harus beli semua kecuali mandi dan cuci,” kata Rollo kepada Cenderawasih Pos Selasa (3/11). Ia meminta masyarakat memikirkan jika Kota Jayapura benar- benar mengalami kelangkaan air minum. “Jadinya seperti apa tempat kita nanti padahal dekat dengan gunung,” beber Rollo. Ia berpendapat bahwa Kota Jayapura perlu memiliki sebuah Perda yang berisi tentang pelarangan melakukan  penebangan dikawasan  Cycloop.

Sekalipun sudah ada undang – undang yang melindungi kawasan penyangga dan cagar alam namun menurut Ketua DPRD masih perlu diperkuat dengan Perda. “Siapa menebang dikenakan sanksi kepada mereka yang menebang dan harus disepakati. Kita perlu mengembalikan kondisi hutannya dulu agar air kembali. Selain itu pemilik ulayat dipanggil semua juga untuk menjelaskan tentang kondisi air di Kota Jayapura agar ikut memahami,” pungkasnya. Rollo menceritakan bahwa dulu ketika ia masih SD   di kali Woroth masih bisa digunakan untuk mandi – mandi tapi sekarang sulit sekali. “Lalu air di SD Inpres Entrop juga menjadi tempat kami untuk mandi hanya sekarang saya tidak tahu masih ada air tidak,” tutupnya. (ade/wen)