JUMPA PERS: Ketua Plh DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Ricky Ham Pagawak (ketiga dari kiri) didampingi Ketua Bapilu Partai Demokrat Jhon Richard Banua (kedua dari kiri) dan pengurus Partai Demokrat saat memberikan keterangan terkait pembukaan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati di 11 Kabupaten dalam Pilkada 2020, di kantor Sekretariat DPD Partai Demokrat Papua di Kotaraja, Minggu (8/3)kemarin. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Terkait denganpelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang akan dilaksanakan di 11 kabupaten di Provinsi Papua, DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, sesuai dengan PO dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) yang dikeluarkan oleh DPP Partai Demokrat untuk mewajibkan melakukan pendaftaran, akan membuka pendaftaran calon bupati dan wakil bupati yang mengikuti Pilkada di 11 Kabupaten tahun ini.

Ketua Plh DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Ricky Ham Pagawak, didampingi Ketua Bapilu Partai Demokrat Papua Jhon Richard Banua dan pengurus DPD Partai Demokrat Papua, Minggu ( menyampaikan bahwa awalnya Partai Demokrat Provinsi Papua telah menyatakan tidak menerima atau tidak membuka pendaftaran untuk bakal calon bupati dan wakil bupati di 11 kabupaten dalam Pilkada Papua khususnya di DPD Kantor Demokrat.

   Namun sesuai dengan PO dan Juklak yang dikeluarkan oleh DPP untuk mewajibkan melakukan pendaftaran, akhirnya DPD Partai Demokrat Papua membuka pendaftaran calon bupati dan wakil Bupati yang mengikuti Pilkada di 11 kabupaten di Provinsi Papua. 

 “Kami sudah melakukan rapat bersama dan kami telah sepakati bahwa pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di 11 kabupaten di Provinsi Papua, Partai Demokrat akan secara resmi membuka pada hari Senin tanggal 9 Maret sampai dengan hari Sabtu tanggal 14 Maret 2020,” ungkap Ricky Ham Pagawak saat memberikan keterangan pers di Kantor Sekretariat DPD Partai Demokrat Papua di Kotaraja, Minggu (8/3).

Dijelaskan, pihaknya dari DPD Partai Demokrat Papua memang harus patuh dan wajib untuk membuka pendaftaran ini. Karena memang sudah ada PO dan Juklak dari DPP.

Hal kedua menurut Ricky Ham Pagawak, pendaftaran yang sudah dilakukan oleh DPC tingkat kabupaten yang sudah sebagian  berkas di DPC diplenokan atau diterima oleh DPD Partai Demokrat melalui  Bapilu yang diketuai oleh Jhon Ricard Banua. Itupun pihaknya akan membuka bersama-sama calon yang telah resmi mendaftarkan diri di kantor sekretariat DPD Demokrat di Kotaraja. 

Ditambahkan, setelah proses itu rencananya beberapa minggu kemudian  Partai Demokrat akan melaksanakan kongres di Jakarta. Untuk itu, tim kerja yang sudah dibentuk dan ditetapkan tetap akan melaksanakan atau menerima dan membuka pendaftaran ini mulai hari Senin ini sampai hari Sabtu. 

Dalam kesempatan itu, Ricky Ham Pagawak yang saat ini menjabat sebagai Bupati Mamberamo Tengah mengatakan secara teknis akan disampaikan oleh Ketua Bapilu Partai Demokrat  Jhon Ricard Banua berkaitan dengan proses atau tata cara syarat syarat apa  Tim kerja menerima  mulai hari Senin sampai dengan Sabtu.

 Di tempat yang sama,  Ketua Bapilu Partai Demokrat,  John Richard Banua menambahkan untuk melaksanakan Pilkada di 11 kabupaten, pihaknya telah membentuk tim yang ada di DPD.

John Banua menyebutkan ada 4 tim yang dibetuk yang nantinya bekerja menerima pendaftaran, mulai Senin (9/3) hari ini.

“Kami dari Bapilu sudah atur dengan pembukaan waktu 1 minggu saya kira dengan waktu ini cukup. Karena kita mungkin tidak akan lama untuk tahapan ini. Paling lama 2 atau 3 minggu lagi, kami sudah menyampaikan ke DPP hasil pleno kita di penerimaan selama satu minggu. Kita akan melihat dokumen ada teman-teman tim yang diperintahkan turun di 11 kabupaten, untuk melihat sendiri,” jelasnya.

“Setelah itu, kami akan mememutuskan dalam pleno nanti. Kita upayakan minggu kedua proses survei tahapan pleno dan minggu ketiga diserahkan ke DPP untuk bisa diberikan rekomendasi dari DPP. Karena kita tahu semua partai yang sudah bergabung kami akan tetap petunjuk ke ketua DPD dan serahkan di DPP,” sambungnya, 

Pria yang saat ini menjabat sebagai Bupati jayawijaya menambahkan, 

dalam pendaftaran calon bupati dan wakil bupati tidak ada mahar. “Tapi untuk biaya pendaftaran ada. Pendaftaran dibuka dari pagi sampai sore, tapi kalau ada waktu teman-teman di sekretariat masih ada bisa hingga malam,” pungkasnya.(dil/nat)