Deputi Bisnis Pegadaian Area Jayapura, Abdul Lafazi saat menujukan contoh-contoh emas batangan yang disediakan di Pegadaian, Sabtu (20/2) lalu. ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Harga emas masih cukup menggiurkan, namun lebih cenderung stabil setelah sempat turun di posisi Rp 938 ribu/gram dari Rp 1 jutaan di tahun 2020. Memasuki awal tahun 2021 sampai saat ini, harga emas di kisaran Rp 900 ribuan.

Hal ini mengikuti perkembangan harga emas dunia. Pasalnya setiap kali penurunan harga emas, kecenderungan masyarakat untuk berinvestasi emas jauh lebih sedikit ketimbang saat harga emas mengalami kenaikan.

Deputi Bisnis Pegadaian Area Jayapura, Abdul Lafazi mengatakan, semenjak awal tahun 2021 harga emas turun, minat nasabah untuk berinvestasi emas sedikit melambat baru diangka 15 persen.

“Sebenarnya kita tidak bisa menyama ratakan daya beli masyarakat terhadap emas. Ada yang suka berinvestasi pada saat harga emas turun dan ada juga yang senang berinvestasi pada harga emas naik. Dominannya di Indonesia, masyarakat cenderung berinvestasi pada saat harga emas mulai naik,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (20/2) kemarin.

Dakunya, nasabah yang suka berinvestas pada saat harga emas turun, adalah mereka-mereka yang memang sudah terbiasa investasi emas.

Ssementara mereka yang membeli pada saat harga emas naik adalah mereka yang ikut-ikutan ketika melihat pemberitaan dimedia tentang harga emas yang semakin memanas.

“Akan tetap saya sarankan, paling bagus untuk investas emas, entah itu pemain lama maupun pemain baru, untuk investasi emas kebetulan kami ada program di Pegadaian sampai dengan bulan Maret, ada diskon dan cash back. Kalau mau infestasi baiknya dari sekarang,” tambahnya. (ana/ary)