Pemilik Toko Emas Anugrah di Jayapura, Rendy saat menunjukkan salah satu motif perhiasan Kulit Penyu yang disediakannya, Selasa (23/7) kemarin. ( FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA –Kenaikan harga Emas Antam (emas batangan)yang mencapai Rp 700 ribu/gram, nampaknya mempengaruhi harga emas perhiasan di Papua yang mengalami kenaikan dari Rp 620 ribu/gram menjadi Rp 650 ribu/gram.

 Pemilik Toko Emas Anugrah di Paldam Jayapura, Rendy mengatakan,  kenaikan harga emas merupakan hal yang selalu terjadi setiap tahun dan kenaikan harga saat ini cukup berpengaruh pada penjualan emas.  Di mana konsumen tidak terlalu banyak melakukan pembelian perhiasan emas melainkan menjual kembali.

“Kenaikan harga emas memang akan mengakibatkan penjualan emas menurun. Hal ini dikarenakan konsumen masih menunggu harga emas stabil dulu baru mereka akan mulai bertransaksi.  Saat ini penjualan kembali yang cukup banyak yakni di angka 70 persen, sedangkan penjualan yang kami lakukan masih di angka 30 persen,” kata Rendi kepada Cenderawasih Pos, Selasa (23/7) kemarin.

 Diakuinya, sampai dengan saat ini harga Emas Antam mencapai Rp 700 ribu/gram yang dijual oleh Pegadaian, sedangkan untuk emas perhiasan pihaknya jual dengan harga Rp 650 ribu/gram dari harga sebelumnya Rp 620 ribu/gram.

“Kami prediksi harga ini tidak akan mengalami penurunan, melainkan akan naik lagi, karena harga emas paling susah untuk turun ketika sudah mengalami kenaikan,” jelasnya.

 Sebelumnya, Kepala Pegadaian Cabang  Jayapura, Wisnu Nugroho mengatakan,  trend kenaikan harga emas cukup signifikan. Harga emas tembus Rp 700 ribu, menunjukkan trend positif bagi masyarakat yang ingin menabung maupun menjual emas pada momen seperti ini.  Dari sebelumnya harga emas Rp 600 ribu hampir 1 bulan terakhir,  saat ini  tembus di angka Rp 700 ribu.

“Dengan kondisi ini kami menyarankan nasabah untuk berinvestasi emas karena biasanya harga emas tersebut akan terus meningkat ke depan,” terangnya.  (ana/ary)