TEMUI MASSA: Pasangan Didimus – Esau didampingi Ones Pahabol menemui massa pendukung usai mendaftarkan diri di KPU Yahukimo, Jumat (4/9) pekan kemarin. Persyaratan terkait dukungan parpol bagi pasangan ini dianggap memenuhi syarat. ( foto: Gamel/Cepos)

*Didimus-Esau Nyatakankan Mesin Pemenangan Terus Bergerak Tak Mau Diam

DEKAI-Seperti yang direncanakan, pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Yahukimo, Didimus Yahuli dan Esau Miram akhirnya pada hari pertama jadwal pendaftaran yakni 4 September pergi mendaftar. 

Diantar hampir 500-an massa pendukung, pasangan yang mengusung  semangat pemulihan ini mendatangi kantor KPU Kabupaten Yahukimo. Membawa serta pimpinan enam partai yakni Partai NasDem, Partai Perindo, Partai Hanura, Partai Golkar, Partai Berkarya dan PKPI. 

 Iring – iringan paslon “Dy – Em” ini tiba di KPU Yahukimo sekira pukul 12.20 WIT dan langsung diterima lima komisioner yakni Yesaya Magayang, Andreas Silak, Melianus Soo, Penas Bahabol dan Zeth Keroman. Meski membawa massa yang cukup banyak namun semua berjalan tertib dan lancar. Bahkan yang masuk ke halaman kantor KPU hanya segelintir orang sesuai dengan aturan main di tengah pandemi Covid-19, sisanya menunggu di luar pagar. 

Setelah diterima lima komisioner,  pasangan Didimus – Esau  yang saat itu didampingi mantan bupati dua periode, Ones Pahabol langsung masuk dan mengantre untuk memeriksa suhu tubuh sekaligus  diperiksa soal masker dan hand sanitizer. 

 Baik Didimus maupun Esau juga sama – sama didampingi sang istri yang duduk mengapit di belakang kursi utama. Setelah itu proses pemberkasan dimulai dimana bagian verifikasi KPU secara resmi menerima kemudian membedah satu persatu persyaratan pasangan calon.  

Utamanya dari proses ini adalah melihat keabsahan dukungan partai sesuai presentase yang berkaitan dengan jumlah kursi pengusung. Pasangan Dy – Em hanya membutuhkan 7 kursi untuk bisa mendaftar namun kini telah mengantongi 11 kursi. 

Proses pengecekan berkas berkas paslon memang memakan waktu cukup lama, hampir 3 jam. Karena hal – hal terkecil juga dicek. Dimulai dari pengecekan pimpinan dari masing – masing Parpol pendukung termasuk SK B1 KWK dari  pimpinan pusat partai yang bersangkutan. Masa berlaku SK juga diperiksa termasuk kepengurusan dalam partai tersebut. KPU ingin memastikan bahwa para pihak yang menandatangani haruslah ketua dan sekretaris dari masing – masing partai. Ini kemudian dicocokkan dengan data silon (sistem  informasi pencalonan). 

 Sedikit ribet memang dan terlihat tegang mengingat banyak sekali berkas yang harus dibongkar dan dicek satu persatu. Namun setelah kurang lebih 2 jam, pemberkasan akhirnya rampung dan KPU mulai men-chek list satu persatu persyaratan yang diajukan. 

Di sini ada beberapa berkas yang masih harus dilengkapi yaitu Laporan Harta  Kekayaan atau LHKPN  untuk calon bupati maupun wakilnya, surat keterangan dari pengadilan negeri terkait tidak dalam posisi atau status pailit termasuk hasil PCR atau Swab.  Untuk PCR atau Swab ini nantinya menggunakan keterangan dari rumah sakit tipe A. 

 “Masih ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi mulai dari LHKPN termasuk surat kesehatan termasuk mengecek keaslian dokumen pendidikan dari lembaga pendidikan masing – masing. Kami sudah bentuk tim dan kalau ada yang lulusan luar maka kami akan cek  ke kampus atau universitasnya,” jelas Ketua KPU Yahukimo, Yesaya Magayang usai penyerahan berkas. 

Di sini kata Yesaya pihaknya masih memberikan waktu untuk melengkapi berkas dan berharap bisa segera dilengkapi. KPU Yahukimo menurutnya juga sudah membuka pendaftaran untuk perseorangan namun ternyata tidak ada yang mendaftar. Sehingga saat ini hanya fokus pada paslon yang maju  menggunakan partai politik dan kemungkinan hanya dua paslon. “Tadi mereka (Didimus – Esau) sampaikan  didukung empat partai dengan 11 kursi dan dukungan partai sudah memenuhi persyaratan dan tinggal melengkapi yang kurang – kurang,” kata Yesaya. 

Sementara  usai mendaftar, Didimus Yahuli menyampaikan bahwa persyaratan yang diajukan sudah 99  mencapai persen. Yang tersisa hanyalah  dokumen dari PN Makassar, pengadilan niaga dan PN Wamena yang akan segera dilengkapi termasuk surat kesehatan dan LHKPN yang sedang diproses. 

Namun ia lebih menilai bahwa kinerja KPU dan Panwas di Yahukimo sangat memuaskan. “Kami senang KPU dan Panwas bisa saling mengisi, saling bekerja sama dengan baik dan kami harap keduanya bisa saling memberi masukan untuk mengawal PKPU secara baik. Ini menunjukkan kualitas SDM di Yahukimo ini bisa diakui dan saya melihat tadi,” jelas Didimus. 

Ia juga mengapresiasi timnya yang telah mempersiapkan semua dokumen. Ia menganggap bukan sebuah pekerjaan mudah bisa menuntaskan semua. “Persiapan tim kami kerja sangat luar biasa dimana seharusnya bisa memakan 2 hingga 3 minggu. Namun semua bisa dirampungkan dan kini saya melihat semua mesin seperti sudah hidup dan mau bergerak terus dan tidak mau padam,” ucap Didimus penuh semangat. 

 Untuk massa pendukungnya, Didimus menyatakan ada banyak isu terkait usahanya maju sebagai Paslon. Namun semua sudah dibuktikan bahwa pihaknya kerja benar dan berhasil membawa 11 kursi yang nantinya menjadi  tonggak perjuangan untuk menghapus air mata rakyatnya. 

Esau Miram sendiri menambahkan bahwa ia memberi apresiasi kepada KPU dan Bawaslu. Dirinya  berharap sinergitas ini dijaga hingga sampai tanggal 9 Desember nanti. “Kami berharap masyarakat memilih sesuai hati nuran mereka dan kami tak mau memaksakan dengan kemauan kami tapi demokrasi di Yahukimo harus terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik,” singkatnya.

 Ones Pahabol yang ikut menyatakan sikap juga mengapresiasi proses demokrasi yang sedang berjalan. Pasalnya jika ia menarik kembali 15 tahun lalu, diakui ketika itu SDM masih minim namun kini terlihat jauh berkembang. “Terbukti penyelenggara baik KPU  maupun Bawaslu dengan persyaratan nasional namun mereka bisa menunjukkan bahwa SDM penyelenggara  semakin matang. Saya kira bicara demokrasi semua itu ada pada orangnya,” kata Ones. 

Lalu ibarat dirinya sebagai orang tua maka ini adalah buah dari apa yang  ditanam. Hanya Ones sedikit terganggu secara psikologis terutama yang berkaitan dengann karakter. “Namun karakter ini akan dibenahi dan saya menganggap bahwa anak yang saya lahirkan ini bisa menjaga kesulungan terutama merangkul mengayomi semua suku yang ada di Yahukimo. Mewujudkan damai sejahtera dengan menyentuh pikiran Tuhan dan pikiran semua suku,” ujarnya menitipkan wejangan. 

Ia menyatakan saat ia mendampingi selama 10 tahun ternyata jauh dari keributan  namun lima tahun terakhir ternyata masih ada darah yang bersuara. 

Ones berpesan untuk menghindari gesekan apalagi harus perang. Hal tersebut tak boleh terjadi. Ia mengajak untuk semua berdoa agar pasangan ini bekerjasama dengan Tuhan untuk membangun negeri Yahukimo dan menunjukkan ke Indonesia bahwa Yahukimo bisa memberi damai sejahtera. “Bawa semua suku dan letakkan di pundak saya dan saya sampaikan bahwa anak kedua cukup satu kali maju. Kalian harus diuji sebagai pemimpin karena saya melihat banyak yang terbengkalai dan terlantar. Untuk yang baru saya minta bangun Yahukimo  dengan baik dan jangan biarkan generasi baru hidup dan melihat ketakutan.  Jangan injak anak kecil sekalipun dia beringus, pegang dan angkat dia,” tutup Ones dengan bahasa penuh filosofi. (ade/nat)