Paslon Bupati dan Wabup Keerom nomor urut 02, Piter Gusbager dan Wahfir Kosasih bersama tim sukses dari partai koalisi saat memberikan keterangan pers di Arso 10, Kabupaten Keerom, Selasa (15/12). Yewen/Cepos

JAYAPURA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Keerom telah melakukan rekapitulasi perolehan suara Pilkada Serentak Kabupaten Keerom 2020, Rabu (16/12). 

Dari hasil rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan KPU Keerom, pasangan calon nomor urut 02 Piter Gusbager, S.Hut, MUP-Drs. Wahfir Kosasih, SH., MH., M.Si., meraih suara terbanyak menggunguli dua paslon lainnya yaitu Paslon nomor urut 01 Muh. Markum, SH., MH., MM-Malensius Musui, SH., MH., Paslon nomor urut 03 Dr. Yusuf Wally, SE., MM.,-Hadi Susilo (data lengkap lihat grafis).

Ketua KPU Kabupaten Keerom, Melianus Gobay, S.Sos saat dikonfirmasi membenarkan telah dilakukannya rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pilkada Keerom 2020. Dimana dari hasil rekapitulasi perolehan  suara ini Paslon nomor urut 02 Piter Gusbager-Wahfir meraih suara terbanyak yaitu 22.075 suara. Suara yang dikumpulkan Paslon nomor urut 02 ini, mengalahkan dua Paslon lainnya yaitu Markum-Malensius Musui dan Paslon Yusuf Wally-Hadi Susilo. 

“Sesuai dengan hasil rekapitulasi, paslon nomor urut 02 Piter Gusbager dan Wahfir Kosasih memperoleh 22.075 suara,” ungkap Melianus Gobay saat dihubungi Cenderawasih Pos, kemarin (16/12). Grafis Rekap Keerom

Menurut Melianus, ini merupakan hasil rekapitulasi perolehan suara Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Keerom periode 2020-2025 yang telah dilakukan KPU Keerom. 

“Rekapitulasi suara ini dari 11 distrik, 91 kampung dan 185 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Kabupaten Keerom,” jelasnya. 

Dengan selesainya rekapitulasi perolehan suara ini, Paslon menurut Melianus Gobay diberikan waktu untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2020. 

“Kalau tidak ada gugatan yang didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi, maka KPU Keerom akan menetapkan pasangan calon  terpilih pada tanggal 23 Desember 2020 mendatang,” ujarnya.

Melianus berpesan kepada ketiga Paslon untuk dapat menerima hasil yang telah diperoleh dari pelaksanaan Pilkada pada tanggal 9 Desember 2020 yang lalu. “Harus bisa menjaga kondusifitas daerah, keamanan dan kedamaian dalam menyongsong hari raya Natal pada tanggal 25 Desember 2020 dan menyambut tahun baru 1 Januari 2021 mendatang,” pintanya.

Sementara itu, calon Bupati Keerom, Piter Gusbager mengatakan, pihaknya telah mencapai suara terbanyak dari Paslon lainnya dalam Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Keerom. Sebagai peserta pihaknya telah memenangkan Pilkada Keerom.

“Kemenangan yang diraih ini berdasarkan hitung cepat yang dilakukan berdasarkan data tabulasi dari tim sukses. Tentu dengan presentase 48,57 persen. Kita menang dari 91 kampung di Kabupaten Keerom, kita menang di 73 kampung dan 11 distrik di Kabupaten Keerom kita menang di semua distrik,” ungkapnya dalam jumpa pers di Arso 10, Kabupaten Keerom, Selasa (15/11).

Gusbager menegaskan bahwa ini bukan kemenangan Piter-Wafir, tetapi merupakan kemenangan dari seluruh warga masyarakat di Kabupaten Keerom. Dari Skamto sampai dengan Towe, masyarakat Keerom sudah memenangkan Pilkada Keerom.

“Tidak ada lagi nomor urut satu, nomor urut dua dan nomor urut tiga. Pilkada sudah selesai. Mari bersatu, pesta demokrasi sudah selesai tanggal 9 Desember yang lalu. Kita tidak usah ada kubu-kubu,” tegasnya. 

Menurutnya, Piter-Wafir hari ini telah dipilih oleh rakyat atas restu Tuhan. Tuhan yang memberi restu kepada pemimpin Keerom hari ini. Sebagai manusia biasa, kedua calon mengharapkan dukungan dari semua masyarakat. Tanpa dukungan dan persatuan dari masyarakat Keerom, tidak mungkin membangun Keerom ini seperti yang diharapkan.

“Harapan kami, masyarakat Keerom harus bersatu. Perubahan sudah terjadi sejak 9 Desember yang lalu. Buktinya kan adem-adem saja dan tidak ada masalah. Piter-Wafir unggul dan Keerom adem-adem, tenang, damai. Itu tandanya rakyat Keerom sudah menerima perubahan,” harapnya.

Senada dengan itu, calon Wakil Bupati Keerom nomor urut dua, Wahfir Kosasih mengatakan bahwa meskipun Piter-Wahfir unggul berdasarkan tabulasi hitung cepat berdasarkan C1 yang dimiliki oleh tim, tetapi pihaknya akan tetap menunggu hasil secara resmi dari KPU Kabupaten Keerom.

“Mudah-mudahan tabulasi yang kita miliki dan pleno yang sedianya yang akan dilaksanakan oleh KPU tidak terlalu berbeda. Oleh karena itu, seluruh rangkaian yang berkaitan dengan pilkada ini tetap merujuk kepada penetapan resmi dari KPU Kabupaten Keerom,” ujarnya. 

Kata Wahfir kemenangan yang ditandai piala itu nanti bukan pada saat KPU menetapkan. Tetapi piala kemenangan yang sebenarnya adalah ketika mampu memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan visi dan misi dalam kurung waktu lima tahun kedepan. 

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak tim sukses dan relawan dengan selesainya Pilkada tidak bubar.

“Tugas kita terus bersama-sama mengawal agar terus bersama-sama menjadi mitra pemerintah dalam rangka membangun, mewujudkan visi dan misi yang sudah kita sepakati bersama,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Tim Sukses Piter-Wahfir, Sigit Widodo menjelaskan bahwa dari data suara yang masuk dalam tabulasi data tim Piter-Wahfir berdasarkan hitung cepat pada tanggal 9 Desember 2020 sampai dengan 13 Desember, dimana pasangan Piter-Wahfir berhasil memperoleh jumlah suara 22 ribu lebih dengan presentase 48,57 persen. 

“Nanti setelah ketetapan KPU melalui pleno distrik pasti kami menyakini ada sedikit perbedaan, karena pasti ada perbedaan-perbedaan, tetapi secara garis besar sama sekali tidak akan mempengaruhi dari pendapatan jumlah suara yang telah masyarakat berikan kepada pasangan nomor urut dua di pilkada Keerom,” jelasnya. (bet/nat)