Bupati Jhon Richard Banua, SE, MSi ( foto: Denny/Cepos )

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua minta guru program Indonesia Cerdas yang ditempatkan di beberapa sekolah yang ada di Jayawijaya memberikan pendampingan bagi guru honorer lokal yang diangkat Pemda agar mereka semakin baik dalam menjalankan tugas mengajar di sekolah -sekolah yang kekurangan guru.

   Menurutnya, pemerintah merekrut sejumlah pemuda lokal dari berbagai latar belakang pendidikan untuk mengisi kekurangan guru di beberapa sekolah yang ada di kampung-kampung, sehingga mereka juga masih perlu bimbingan dari guru yang berpengalaman seperti tenaga Indonesia Cerdas.

  “Mereka harus membantu cara mengajar yang baik kepada guru-guru honor yang kita angkat di kampung-kampung agar mereka juga bisa menerapkan kepada siswa-siswa yang dibimbing oleh mereka,” ungkapnya Senin (16/3) kemarin.

  Jhon mengatakan, Jayawijaya memiliki 50 guru program Indonesia Cerdas yang ditempatkan di sejumlah sekolah di kawasan pinggiran dan pemerintah sudah menitipkan pesan tersebut sebelum mereka ditempatkan ke lapangan.

   “Beberapa sekolah berada di kawasan pinggiran tetapi adik-adik perempuan ini (guru Indonesia cerdas) mau membantu pelajar kita di kampung-kampung,” katanya.

  Bupati Jayawijaya menitipkan keamanan dan kenyamanan guru-guru Indonesia cerdas kepada masyarakat tempat mereka bertugas agar mereka betah tinggal dikampung untuk melakukan aktifitas belajar mengajar disana hingga akhir masa tugas mereka.

  “Kita serahkan sepenuhnya kepada kepala distrik maupun kepala sekolah dan kepala kampung untuk menjaga keamanan adik-adik guru ini, apalagi mereka perempuan,”jelasnya

   Ditambahkan bahwa  Jayawijaya memiliki banyak sekolah namun kekurangan guru dan pemerintah telah mengambil langkah untuk memanfaatkan tenaga pemuda-pemuda lokal untuk mengajar agar mengisi kekosongan guru yang ada. Hal ini terungkap setiap kali kunjungan Bupati atau wakil Bupati ke Distrik dan Kampung di Jayawijaya.

  “Misalnya di Pelebaga, itu ada tiga-empat sekolah, ini kami upayakan harus masukkan guru-guru lokal yang kita akan kontrak setiap sekolah dua orang,” tutup Jhon Banua. (jo/tri)