Lukas Enembe ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Terkait penangkapan 11 orang terduga teroris di Kabupaten Merauke oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Gubernur Papua melalui Juru Bicara Gubernur Papua, meminta agar Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri intensifikasi mapping dan pengembangan lebih luas.

 Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus mengatakan, Gubernur Papua Lukas Enembe SIP, MH mengapresiasi jajaran Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri yang berhasil melakukan penangkapan 11 orang terduga teroris di Kabupaten Merauke, Papua.

 “Gubernur Papua juga meminta kepada jajaran Densus 88 Antiteror Polri untuk senantiasa melakukan intensifikasi mapping dan pengembangan lebih luas di sejumlah Wilayah Papua,” katanya Rifai Darus dalam rilisnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (2/6) kemarin.

 Lanjutnya, intensifikasi yang dimaksud baik yang menjadi daerah transit, daerah tinggal maupun daerah yang menjadi sasaran serangan oleh kelompok teroris.

 “Gubernur Papua berharap instansi terkait (dalam hal ini Polri, BNPT dan BIN) untuk selalu mengedepankan upaya preventif melalui program-program unggulan yang dimiliki setiap instansi dalam melakukan deradikalisasi secara berkesinambungan,” terangnya.

 Gubernur Papua juga meminta agar setiap instansi dalam melakukan deradikalisasi secara berkesinambungan.

 Bahkan beliau ( Gubernur Papua) meminta kepada instansi terkait untuk melakukan rehabilitasi dan pembinaan terhadap keluarga teroris yang ditangkap di Merauke.

 “Bapak Gubernur juga mengimbau kepada seluruh pemuka agama di tanah Papua untuk terus menabur nilai-nilai kemanusiaan dan kasih kepada jemaat di lingkungannya. Bapak Lukas Enembe percaya bahwa peran pemuka agama sangat strategis dalam mencegah aksi-aksi radikal demi terjaganya keutuhan NKRI,” tambahnya.(ana/ary)