Kecewa dengan Kinerja Pimpinan OPD di Lingkungan Pemprov Papua

JAYAPURA-Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., tampaknya kecewa dengan kinerja jajarannya khususnya pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Papua.

Hal ini terlihat saat orang nomor satu di Provinsi Papua ini memberikan sambutan usai mengambil sumpah/janji dan melantik pejabat pimpinan pratama serta pejabat administrasi di lingkungan Pemprov Papua di Gedung Negara, Jumat (20/8).

Saat memberikan sambutan, Gubernur Lukas Enembe terlihat sedikiti emosional. Dia juga terlihat menangis dan menitikan airmata karena kecewa dengan kinerja jajarannya dalam menjalankan tugas yang dipercayakan. 

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., melalui juru bicaranya Muhammad Rifai Darus menyampaikan, telah melakukan pergantian Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Direktur RSUD Jayapura dan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Papua. 

“Ini menandakan bahwa Gubernur Papua sangat memperhatikan pendidikan dan kesehatan yang merupakan amanah dari Undang-Undang Otsus. Ini baru tahap pertama dan masih ada evaluasi selanjutnya untuk gelombang kedua,” jelas Rifai Darus kepada awak media usai pelantikan di Gedung Negara, kemarin (20/8). 

Khusus untuk pergantian Direktur RSUD Jayapura, Gubernur Enembe menurut Rifai Darus, telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) beberapa kali dan menemukan adanya ketidakpuasan dalam hal pelayanan kepada masyrakat Papua. 

Gubernur bahkan berpesan, agar tidak lagi menemukan RSUD Jayapura disibukkan dengan penanganan proyek-proyek yang berbau infrastruktur di Lingkungan RSUD Jayapura. 

“Yang nomor satu adalah mementingkan pelayanan medis kepada masyarakat, sebab RSUD Jayapura merupakan rumah sakit rujukan. Jangan sampai pasien masuk sakit, begitu sampai di RSUD Jayapura malah pulangnya meninggal. Hal ini sangat tidak diinginkan,” ujarnya. 

Dikatakan, RSUD Jayapura merupakan rumah sakit pemerintah yang mendapat kucuran dana paling besar. Sehingga diharapkan dapat digunakan secara baik untuk pelayanan kepada masyarakat, dimana pelayanan masyarakat adalah tujuan utama.

Terkait hal ini, Gubernur Enembe memberikan pesan kepada Diruktur RSUD Jayapura yang baru dr. Anton Tony Mote, agar dapat membenahi RSUD Jayapura. Dirinya juga mewarning untuk mementingkan pelayanan kepada masyarakat Papua dan menghindari urusan yang berbau proyek. 

Sementara itu, terkait pergantian Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Provinsi Papua yang saat ini dijabat oleh Debora Diana Solossa, Gubernur Enembe mengingatkan bahwa Biro Pengadaan Barang dan Jasamerupakan bagian yang sangat penting dalam mengatur dinamika dan proyek-proyek yang ada, sehingga dapat berjalan sesuai dengan regulasi.

“Kepada para pejabat dan pemegang kekuasaan di bawah beliau (gubernur, red), agar jangan berpikir tentang keuntungan lainnya. Karena setiap pejabat sudah punya honor dan gaji, sehingga jangan berpikir tentang dana tambahan lainnya, melainkan harus fokus untuk rakyat,” tandasnya.

Diakuinya, dalam dua tahun terakhir ini Gubernur Papua akan lebih tegas dalam melihat kinerja dan delegasi yang ditinggalkan tidak menjadi beban dikemudian hari yang berhubungan dengan korupsi.

Dengan pergantian kepala OPD yang dilakukan kemarin, hal ini menjadi warning bagi pimpinan OPD lainnya untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan mengutamakan kepentingan rakyat. 

“Ini merupakan gelombang pertama, ke depannya akan ada tahapan selanjutnya. Dimana yang pasti bagi pejabat yang raportnya merah akan langsung diganti. Terkait dengan pergantian kepala Dinas Pendidikan, Perpusatakaan dan Arsip daerah, disebabkan adanya temuan kasus, sehingga gubernur meminta agar yang bersangkutan fokus pada proses hukum yang ada,” tutupnya. (ana/nat)

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., saat mengambil sumpah/janji dan melantik pejabat pimpinan pratama serta pejabat administrasi di lingkungan Pemprov Papua di Gedung Negara, Jumat (20/8). ( FOTO: Dian Mustikawati for Cepos)