TERBAKAR: Kondisi gereja Kingmi Jemaat Edoutou Argapura Pipa yang menyisakan puing – puing setelah terbakar pada Rabu (13/5). Banyak jemaat yang bersedih melihat gereja mereka habis terbakar. ( FOTO:Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Puluhan wanita yang duduk berjejer di  lorong jalan Argapura Pipa RW 07 RT 03 Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, kemarin (13/5) terlihat menangis tersedu – sedu. Ini lantaran gereja Kingmi Jemaat Edoutou Argapura yang  biasa menjadi tempat ibadah mereka hangus terbakar. 

Tak ada sisa, hanya tembok saja yang masih berdiri. Selebihnya hangus berkeping – keping. Tak hanya gereja, salah satu rumah milik warga bernama Darius Nawipa juga hangus terbakar. 

Meski tak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Lima unit pemadam kebakaran dibantu water suply yang tiba di lokasi kejadian langsung memadamkan api. Kejadian ini menyisakan duka bagi jemaat gereja tersebut dimana banyak orang tua termasuk ada juga anak – anak yang menangis. 

Gereja yang diresmikan oleh Wali Kota Jayapura, M.R Kambu pada 28 November 2008 ini tak menyisakan apa – apa. Kronologis kejadian ini menurut Darius bermula sekira pukul 13.00 WIT ia meninggalkan rumah lalu berpesan kepada dua anaknya Jesica dan Febiola untuk memasak air. Darius pun turun dari rumahnya menuju tempat pencurian motor. 

 Saat kembali sebelum ia sampai ke rumah di tengah jalan ada yang menyampaikan jika rumahnya terbakar dan ternyata betul. Api dari rumahnya terus membesar dan merembet ke gereja. “Tapi ternyata anak saya tidak masak air, kompor tidak menyala dan api muncul dari ruang tengah. Saya tidak tahu apa penyebabnya, apakah koslet atau seperti apa,” jelasnya. 

Ia  sendiri terlihat pasrah dan tak banyak bicara karena semua sudah habis terbakar. Untungnya kedua anaknya tidak apa – apa. Seorang jemaat bernama Penike mengaku sangat sedih sebab gereja tersebut menjadi tempat berkumpul memuja Tuhan.

“Kami juga tahu bahwa saat ini musim Corona tapi kami yakin itu bagian dari ujian Allah kepada umatnya  tapi saat ini kami tidak punya tempat ibadah,” singkat gadis berusia belasan tahun ini. Kasus ini masih ditangani Polsek Jayapura Selatan. (ade/nat)