Geisler Ap bersama timnya saat mengelar konfrensi pers yang berlangsung di Kotaraja, Selasa (9/7).( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA– Petinju profesional asal Tanah Papua, Geisler Ap akan kembali bertarung dengan penantangnya, Muhammad Bilal petinju asal Pakistan dalam tinju Internasional untuk mempertahankan sabuk WBC Asia Pasifik yang dipegang Geisler Ap dan merebut sabuk WBA  yang direncanakan berlangsung di GOR Waringin Kotaraja, Jayapura 20 Juli 2019.

“Walau harus menghadapi banyak tantangan, saya suda siap bertarung dan berkomitmen melawan Muhammad Bilal dalam laga 20 Juli nanti dengan kelas Welter ringan 63,5 Kg,”ujar Geisler Ap saat konfrensi pers yang berlangsung di Kotaraja, Selasa (9/7).

Sebelumnya Geisler telah menghadapi kejuaran badan tinju dunia World Boxing Council (WBC) menghadapi petarung asal Thailand, pada 30 Maret 2019 lalu dan mampu menumbangkan lawannya di laga tersebut.

“Dalam laga ini saya harus bisa menang untuk menahan sabuk saya World Boxing Council (WBC), namun jika menang juga saya akan mendaptkan dua sabuk selain WBC juga WBA,”tuturnya.

Meskipun penuh percaya diri dan komitmen bisa menang dalam laga tersebut, Geisler Ap dalam menghadapi Muhammad Bilal mengakui tiap hari menjalani latihan meski harus terbagi dengan mengurus sejumlah administrasi yang berkaitan dengan pertandingan yang digelar 20 Juli nantinya.

“Saya optimis menang, namun harus tetap menjaga porsi latihan karena lawan yang saya hadapi nanti juga merupakan salah satu petinju terbaik Pakistan,”jelasnya.

Sedangkang terkait berat badan, dirinya juga menjadi salah satu porsi latihan yang harus betul-betul dilakukan,mengingat berat badan yang melebih kelas Welter yang akan digelar.

“Berat saya sekarang 69 Kg, jadi dalam sisa waktu ini saya harus bisa kasi turun berat badan hingga batas minimal 63,5 Kg baru bisa berrtanding, karena kalo tidak, laga tidak akan bisa berjalan,”paparnya.

Sementara itu dengan berbagai kesibukan dalam melakoni latihan jelang laga tersebut, Geisler Ap dihadapi juga berbagai persolan secara materi, yang berkaitan dengan sejumlah persiapan dalam  penyelengaraan laga tersebut maupun hal-hal yang lainya.

Seperti yang dikatakan Ketua Panpel Tinju Profesional Indonesia Part 3 Papua Boxing 2019, Thedy Pekei, mengatakan untuk menyukseskan iven Indonesia Part 3, pihaknya masih ikut berjuang mencari sponsor demi mendukung Geisler Ap.

“Untuk mengelar laga tersebut saat ini kami masih kekurangan dana, sponsor, karena dana yang dibutuhkan sangat besar untuk administrasi saja kami harus mengeluarkan dana 400 jt dan ini belum lainnya termasuk konsumsi, publikasi, ring, sewa tempat, biaya kedatangan Presiden WBA, Presiden Tinju Asia dan juga lawan kami Muhammad Bilal,” ungkap Thedy.

Pihaknya, mengakui hingga kini dukungan Pemerintah Papua sendiri masih minim, padahal Geisler Ap merupakan salah satu petinju professional dan juga Orang Asli Papua (OAP).

Selain dari Papua, pihaknya berharap Pemerintah pusat juga bisa buka diri dan memberi dukungan. Dimana hinga kini pihaknya baru mendapatkan dukungan dana 30 persen dari jumlah tersebut yang berasal dari Bupati Jayapura, Walikota Jayapura dan Kepala Dinas Kesehatan.

“Besok Geisler Ap bawa bendera Merah Putih, artinya pemerintah pusat juga perlu dukung,”ungkapnya.

Sang istri dan yang merupakan manager Geisler Ap, Mahrit Kaway SH mengatakan,  untuk mendapat gelar yang ada memang tak mudah dan harus jatuh bangun. Dimana saat bertanding merebut WBC Asia Pasifik terdapat banyak kendala  hingga harus melakukan penggalangan dana dan hal yang sama juga terulang saat ini.

“Dalam aturan WBC Asia Pasifik 4 bulan sekali kita harus pertahankan, paling cepat 3 bulan, rtinya kalau kita tidak membuat pertandingan di saat ini, maka sabuk yang diraih akan dicopot,” ungkap Mahrit.

Selain itu, kendala lainnya penyelenggara belum kantongi surat ijin keramaian dari Polres Jayapura Kota. 

“Lewat kesempatan ini kami sampaikan kalau surat tersebut sangat penting, karena melalui surat itu visa dari lawan  dan badan tinju WBC dan WBA bisa diuruskan,” tambahnya. 

Dimana biaya tiket yang dikenakan untuk menyaksiskan laga tersebut dikatakannya mencapai Rp 500 ribu/orang  untuk kelas ekonomi dan Rp 3 Juta untuk VIP. 

“Ini karena kami sangat membutuhkan dana apa lagi partai lain yang berlaga sebelum saya naik ring juga menjadi tanggung jawab penyelenggara, saya harap masyarakat bisa memahami hal ini,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah Provinsi Papua hingga H-11 belum memberikan apa-apa, walaupun pihaknya sudah datang langsung.

“Kami akan datangkan partai-partai lain yang akan berlaga di iven itu, tapi sampai saat ini belum ada dana, kami bersama relawan masih terus berjuang,” tutupnya.

Dalam mengelar laga tersebut total dana yang dibutuhkan kurang lebih Rp 750 juta, namun sat ini Geisler bersama tem baru mengantongi kurang lebih 185 juta.(kim/tho)