Fred Hubi ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Adanya isu bahwa  pengusaha Papua akan melakukan aksi demo di Jayawijaya langsung disikapi oleh Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Jayawijaya yang menyatakan bahwa berita itu  tidak benar alias Hoax. Bahkan Ketua Gapensi Kabupaten Jayawijaya Fred Huby meminta kepada aparat penegak hukum untuk mencari dan menindak penyebar berita bohong tentang pengusaha Papua yang akan melakukan aksi demo.  

  “Sebenarnya pengusaha Papua mempunyai hak untuk meminta pekerjaan, apa yang mereka minta kita sudah lakukan terkait dengan pembangunan ruko -ruko itu sudah dibagi secara merata ke pengusaha Papua, kalau ada info yang menyatakan pengusaha Papua akan demo karena masalah ruko sebagai ketua Gapensi saya nyatakan itu Hoax,”ungkapnya kepada Cenderawasih pos Kamis (12/3) kemarin.

   Fred menyatakan jika masalahnya mengenai masalah Rumah tipe 36 yang dikelola zipur ada teman -teman dengar itu dikelola pengusaha yang disubkan, mungkin kalau lebih,  bisa diberikan kepada mereka. Namun kalau untuk pengusaha yang menangani ruko mungkin tidak, karena hari ini baru saja dilakukan pertemuan untuk mengurus pembayaran mereka.

  “Kemarin kita sudah fix ada 10 ruko yang selesai sudah terbayar, untuk minggu ini ada 60 unit ruko yang sudah selesai kita akan progres pembayarannya, memang sesuai kontrak dengan PUPR kalau 403 ruko selesai 100 persen maka dibayar sekalian,”jelasnya.

   Menurut Fred , pembayaran yang dilakukan saat ini lantaran ada ruko yang sudah selesai dan ada yang belum, sehingga aturan itu diminta kebijakan kepada kementerian PUPR lewat Wakil Menteri  kalau bisa beberapa yang sudah selesai dibayarkan sehingga diputuskan per 10 unit, 20 unit dan 30 unit yang sudah rampung akan dibayarkan.

  “Kita tidak ada rencana untuk melakukan aksi demo sehingga mungkin itu keinginnan mereka untuk terlibat dalam kegiatan konstruksi di Wamena itu ada, namun kalau melakukan demonstrasi itu bukan waktunya, kalau demo mau kesiapan pekerjaan ini milik Pemerintah pusat PUPR, arahnya tidak jelas,”jelasnya

  Secara terpisah Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen menyatakan ini bukan infomasi dari siapa yang melakukan demo, tapi informasi ini sengaja dihembuskan untuk menakuti masyarakat dengan situasi kerusuhan 23 September lalu, sehingga TNI dan Polri sudah menyikapi isu ini dan telah dirapatkan serta melakukan patroli gabungan.

  “Kita sudah lakukan patroli gabungan sejak kemarin, hari ini dan akan diantisipasi besok, setiap saat kita antisipasi,”bebernya. (jo/tri)