PADAMKAN API: Sejumlah petugas pemadam kebakaran Kota Jayapura saat memadamkan api di salah satu rumah di RT/01/RW/02, Kelurahan Waena Distrik Heram, Selasa (4/2) malam. ( FOTO: Noel/Cepos )

JAYAPURA-Seorang mahasiswi berinisial YH (22) yang diduga mengalami gangguan jiwa dilaporkan membakar rumah keluarganya di RT/01, RW/02,  Kelurahan Waena, Distrik Heram, Selasa (4/2) malam sekira pukul 20.00 WIT.

Saksi mata Yohana Yigibalom menyebutkan, awalnya ia berupaya mengamankan YH yang mengalami gangguan jiwa. YH yang sering berkeliaran menurut Yohana akhirnya diamankan di dalam kamar.

Awalnya Yohana menyangka YH sudah tidur dalam kamar. Namun ternyata, YH diduga bermain korek api di dalam kamar sehingga menimbulkan kebakaran.

“Saya tidak tahu dia bawa korek dari mana ke dalam kamar, sehingga dia bakar. Ketika saya lihat, api sudah menyala di dalam kamar. Api cepat menyebar dari kamar karena dindingnya tripleks dan ada kasur,” jelas Yohana. 

Dirinya mengaku tidak sempat membawa apapun saat keluar rumah karena panik dan api sangat cepat membakar rumah. 

“Jadi saya keluar begini, apa adanya. Kami tidak pegang apa-apa, termasuk ijazah saya. Kami ada lima orang mahasiswa dan barang-barang habis semua,” ucapnya. 

Sementara itu, Mina Eselo selaku pemilik rumah mengaku sedang mengikuti kegiatan di gereja saat rumanya terbakar. Mina mengakui kalau YH sedikit mengalami gangguan jiwa, sehingga diduga membakar dari dalam kamar. 

Mina mengatakan, dalam rumahnya ada delapan orang yaitu lima orang dewasa dan tiga anak-anak, semuanya selamat dalam musibah kebakaran tersebut. Namun seluruh barang-barangnya seperti lemari, televisi, sepeda motor dan ijazah ludes terbakar. Termasuk tujuh ekor ternak babi miliknya tidak sempat diselamatkan sehingga ludes dipanggang api.

“Jadi YH sempat dirawat di rumah sakit jiwa dua minggu. Karena sudah membaik, dikeluarkan dan awalnya kondisinya sudah baik. Tetapi dua hari ini dia kambuh lagi sehingga orang tua kawal. Tetapi malah membakar. Jadi belum satu tahun dia alami gangguan jiwa,” ungkapnya. 

Di tempat yang sama, Ketua RT 01, Ben Tabuni juga mengakui kalau pelaku selama ini mengalami gangguan jiwa. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, YH dikunci di dalam kamar. 

“Tidak tahu dia dapat korek dari mana. Saat terjadi kebakaran YH karena ketakutan langsung melarikan diri ke tempat lain. YH ini masih kuliah,” jelas Ben Tabuni.  

Ben Tabuni menyebutkan, seluruh korban untuk sementara akan dititipkan di tetangga. “Besok (hari ini, red) kami akan buat posko untuk korban dan selanjutnya kita minta bantuan pemerintah. Mungkin berupa bantuan rumah sosial atau yang lainnya. Kami sangat harapkan,” tutupnya. 

Sementara itu, dari pantauan Cenderawasih Pos, api dapat segera dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran Kota Jayapura, sehingga tidak merembet ke rumah warga lainnya. Api sekira pukul 21.30 WIT, akhirnya bisa dipadamkan. (oel/nat)