dr. Aaron Rumainum, M.Kes  gratianus silas/cepos 

JAYAPURA- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menerangkan bahwa pelatihan vaksinasi bagi tenaga vaksinator telah dilakukan di sejumlah kabupaten/kota. Tidak hanya itu, pihaknya juga menggandeng berbagai stakeholder dalam pelatihan  vaksinasi.

“Kami libatkan Poltekes Jayapura untuk ikut pelatihan. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jayapura juga kita latih dan sudah selesai pelatihannya kemarin,” terang dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Kamis (4/2) kemarin.

 Adapun, tenaga kesehatan di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura juga diberikan pelatihan sebagai tenaga vaksinator. Sama halnya dengan tenaga kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura yang diberikan pelatihan vaksinator.

 “Nanti bulan Maret itu kan sudah masuk pada vaksinasi ASN/pejabat publik, sehingga makin banyak yang divaksin. Kalau hanya Puskesmas saja yang bergerak, proses vaksinasi akan lambat berjalan, sehingga kita libatkan banyak pihak,” tambahnya.

  “Kami juga sudah selesai pelatihan dari Wamena. Sedangkan Intan Jaya itu vaksin belum tiba, tapi kita rencana kirim (vaksin) tanggal 8 Februari, dan dilakukan (vaksinasi) di Nabire, lalu nanti di Puskesmas Sugapa, Intan Jaya,” jelasnya lagi.

Sebelumnya, dipaparkan dr. Rumainum bahwa sudah 143 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Jayapura yang telah dilatih sebagai vaksinator. Kemudian, untuk Kabupaten Jayapura, ada 136 nakes. Selain itu, 145 nakes di Mimika juga sudah dilatih.

“Adapun 7 nakes di Pegunungan Bintang, 69 nakes di Keerom, 71 nakes di Sarmi, 103 nakes di Biak Numfor, 16 nakes di Mamberamo Raya, 119 nakes di Nabire, 30 nakes di Lanny Jaya, 17 nakes di Supiori, dan 150 nakes di Merauke, ada yang sudah dan ada yang sedang dilatih dalam pelatihan vaksinator,” paparnya.

Diterangkan dr. Rumainum bahwa pihaknya menargetkan hingga di akhir Januari ini, 2.100 vaksinator sudah dilatih.

“Kita target sampai akhir bulan ini ada 2.100 vaksinator. Sedangkan total vaksinator di Papua itu harus capai 4.000 orang,” terangnya.

Kata dr. Rumainum, pihaknya memang menekankan pentingnya pelaksanaan pelatihan vaksinasi bagi tenaga vaksinator sebelum vaksinasi dilakukan. Hal ini tak lain untuk menyampaikan hal-hal teknis dalam vaksinasi Covid 19 yang dilakukan. 

Pada umumnya, vaksinasi atau imunisasi memang sudah kerap kali sudah dilakukan. Namun, untuk vaksinasi Covid 19 ini sendiri baru pertama kali dilakukan, sehingga kesiapan tenaga vaksinator dalam melakukan vaksinasi pun harus dipastikan.

“Kita di Papua tidak boleh coba-coba (vaksinasi). Kalau di tempat lain mungkin boleh vaksin dalam keadaan tangan gemetar atau sudut suntikan yang tidak tegak lurus, tapi di Papua, tidak boleh, sehingga kita harus mengikuti pelatihan vaksinator selama 3 hari,” pungkasnya. (gr/ary)

Selesai Pelatihan, Peserta Langsung Divaksinasi

JAYAPURA- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menjelaskan bahwa dalam pelatihan vaksinasi bagi tenaga vaksinator, selesai pelatihan dilakukan, maka peserta akan langsung menerima vaksin Covid 19.

“Jadi, sekarang, setelah pelatihan hari ke-tiga, langsung disuntik vaksin. Kami tidak mau seperti beberapa kabupaten yang sudah selesai pelatihan dan mereka (tenaga kesehatan) harus menunggu lama sekiranya 2 – 3 minggu untuk program vaksinasi itu dilakukan di daerahnya,” jelas dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Kamis (4/1) kemarin.

Demikian, sambung dr. Rumainum, Dinas Kesehatan menyediakan vaksin untuk vaksinasi yang dilakukan, serta anafilaktik kit untuk mengantisipasi reaksi kegawatdaruratan pasca suntik vaksin dilakukan.

“Jadi, prinsip kami begitu selesai pelatihan, langsung divaksin. Jadi, nanti peserta pelatihan yang akan menyuntik vaksin kepada peserta pelatihan lainnya,” pungkasnya. (gr/ary)