Perlengkapan laboratorium berupa alat analisa kimia darah yang menunjang petugas medis dalam mendiagnosis Covid-19, bagi karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Kabupaten Mimika.  ( foto: Dok.PT FI for Cepos)

TIMIKA-Peningkatan kasus positif Covid-19 di Papua, dimana Kabupaten Mimika menempati peringkat pertama dengan jumlah 112 kasus per tanggal 11 Mei 2020, mendorong PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memperkuat sistem perlindungan kesehatan bagi para karyawan/karyawatinya. Terutama dengan meningkatkan jumlah rapid test dan menambah kapasitas pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), menambah jumlah tenaga medis, serta memperbanyak jumlah akomodasi isolasi.

   Presiden Direktur PTFI Tony Wenas  Demi  mengungkapkan bahwa untuk menjaga keselamatan dan kesehatan lebih dari 25.000 karyawan dan kontraktornya, penyedia layanan medis PTFI telah dan terus memperluas jangkauan pemeriksaan agar dapat mengidentifikasi kasus positif secara lebih cepat dan melakukan tracing guna menahan laju penyebaran virus. 

  “Saat ini, di area kerja telah tersedia alat tes PCR dan sekitar 50.000 alat rapid test, sehingga PTFI dapat cepat mendeteksi dan mengisolasi mereka yang terinfeksi, memberikan perawatan medis yang diperlukan, dan mengambil langkah mitigasi yang tepat.”ungkap Tonny Wenas dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Selasa (12/5). 

   Menurutnya, peningkatan kapasitas pemeriksaan ini merupakan tambahan dari berbagai upaya mitigasi yang telah dilakukan sebelumnya, seperti pemeriksaan suhu karyawan, penerapan jarak fisik, pembatasan

perjalanan, peningkatan upaya sanitasi, dan larangan pertemuan dalam jumlah besar.

  “Kesehatan dan keselamatan seluruh karyawan adalah prioritas utama PTFI. Kami telah dan terus bekerja bersama International SOS tanpa mengenal lelah, serta berkoordinasi erat dengan pemerintah untuk menyediakan penanganan medis terbaik yang dapat kami berikan sesuai dengan prosedur mitigasi global Covid-19. Kami bersyukur, penanganan para pasien Covid-19 menunjukkan hasil yang baik, dengan semakin banyaknya karyawan yang hampir sembuh,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.

   Disamping itu, PTFI juga telah meningkatkan kapasitas perawatan Covid-19 di area kerja, di antaranya dengan menambah ruang rawat dan ruang isolasi di Rumah Sakit Tembagapura, serta alat bantu pernapasan (ventilator) bagi yang memerlukannya. Selain itu, Klinik Kuala Kencana juga sedang disiapkan agar dapat melayani rawat inap dan akan segera tersertifikasi sebagai laboratorium pemeriksa RT-PCR yang dapat mengonfirmasi diagnosis Covid-19.

   “Kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika agar hasil pemeriksaan dapat dianalisa di laboratorium Klinik Kuala Kencana, tidak lagi di Laboratorium Kesehatan Daerah Jayapura. Ini akan membantu kami untuk menangani kasus Covid-19 secara lebih cepat, menyediakan kapasitas tes yang  lebih luas bagi lebih banyak komunitas agar dapat melindungi keselamatan mereka, dan mengurangi beban kerja yang ada pada institusi kesehatan publik,” lanjut Tony.

   Sementara itu, untuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang perlu diisolasi, PTFI telah menambah jumlah fasilitas isolasi sehingga kini dapat memuat lebih dari 750 orang di Tembagapura dan 150 orang di Dataran Rendah (Mile 38). Termasuk di dalamnya adalah asrama di  Mimika Sport Complex yang selama masa pandemi telah dialihfungsikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten  Mimika menjadi tempat isolasi bagi masyarakat Timika. Diharapkan dengan berbagai upaya ini, RSUD  dapat lebih berkonsentrasi untuk menangani pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan medis khusus.

   Chief Medical Officer International SOS dr. Darma Irawan mengatakan mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan dan jumlah tenaga medis yang ada di Tembagapura serta Kuala Kencana cukup untuk menangani berbagai scenario yang telah disiapkan. “Namun, untuk berjaga-jaga, kami telah dan akan terus menambah jumlah tenaga medis, serta fasilitas kesehatan pendukung lainnya.”ujarnya. 

   PTFI juga telah dan terus mendukung masyarakat setempat dengan memberikan bahan makanan kepada masyarakat asli setempat, menyediakan transportasi kargo Alat Pelindung Diri ke Papua, dan mendanai sejumlah upaya lainnya melalui berbagai institusi kemasyarakatan. Hingga saat ini, bantuan untuk berbagai upaya pencegahan dan mitigasi tersebut telah mencapai lebih dari Rp 17 miliar.

  “Prioritas dan fokus utama kami tetap pada kesehatan dan keselamatan karyawan, bersama dengan keluarga mereka dan komunitas di sekitar kami. Di tengah situasi yang terus berkembang, tim kami senantiasa mengevaluasi dan menerapkan berbagai upaya tambahan guna menjamin keselamatan mereka dan membantu memitigasi penyebaran Covid-19,” tutup Tony. (ist/tri)