Bincang-Bincang dengan Plt. Kepala DPPAD Provinsi Papua  Protasius Lobya

Menjadikan Papua  lebih baik, pastinya membutuhkan kualitas SDM yang baik juga, lantas bagaimana dukungan Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) terhadap peningkatan SDM di Papua ?

Laporan: Yohana

Pendidikan merupakan ujung tombak peningkatan SDM di Papua , pastinya untuk membentuk peningkatan SDM di Papua  membutuhkan dukungan dari semua pihak.

Peningkatan SDM sendiri, adalah salah satu fokus dari Gubernur Papua , untuk memajukan Papua  sesuai dengan visi dan misinya yaitu menjadikan Papua  Mandiri, Sejahtera yang berkeadilan.

Menurut Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua , Protasius Lobya bahwa memperbaiki kualitas pendidikan harus dimulai dari tingkat usia dini dalam hal ini Paud dan TK.

Dimana usia-usia ini merupakan usia yang sangat penting dalam hal menanamkan moral pendidikan, dengan usia ini banyak dijumpai anak putus sekolah sehingga terjadi buta aksara di Papua .

 Untuk Provinsi Papua , sepatutnya kita bersyukur karena di Papua  khusus Ibu Gubernur, Ibu Wali Kota dan Ibu Bupati memiliki mandat untuk menjadi bunda paud, ini merupakan hal yang sangat baik untuk memberi perhatian bagi para siswa didik diusia dini.

 “Pentingnya pendidikan anak diusia dini, bertujuan untuk mempersiapkan anak masuk ke jenjang lebih tinggi, kenapa sampai saya katakana demikian karena dari masa Paud dan TK, pola asu, nutrisi dan timbangan selalu diukur dari Paud, sehingga perkembangan anak selalu terkontrol,” katanya. 

 Hal ini juga upaya untuk mengatasi angka putus sekolah terbesar di Papua , yang mana angka putus sekolah terbesar berada pada usia kelas 1,2 dan 3 tingkat SD yang menyebabkan terjadinya peningkatan angka buta aksara artinya kegagalan pendidikan formal berdampak pada meningkatnya angka buta aksara.

“Program interfensi kita yaitu melalui KKM tematik tuntas buta aksara dengan menggandeng semua STT di Papua ,  ini sudah berjalan hampir 2 tahun dan kemudian berhenti karena kekuarangan dana, saya harapkan dengan kegiatan ini akan saya dorong lagi agar percepatan penuntasan buta aksara di Papua  dapat tercapai,” tambahnya. 

 Selain itu, perbaikan kualitas pendidikan di pendidikan menangah seperti SMA dan SMK untuk menjawab mutu SDM, sesuai dengan prioritas visi misi Gub. Papua  SMA di Papua  harus diterapkan pendidikan berpola asrama bagi anak asli Papua  di lima wilayah adat.

Di Papua, untuk lima wilayah adat yaitu Mamta, Saireri, Anim Ha, Lapago dan Mepago, khusus untuk pembangunan SMA berasrama hampir sudah dibangun tetapi masih kurang sarana dan fasilitas, bahkan SDM yang berupa Guru, Kepala Sekolah, Tenaga Tata Usaha dan sebagainya, ini akan menjadi skala prioritas yang harus dikerjakan.

 Sementara untuk lingkungan SMK fokus kita ada tiga hal yakni memastikan bagaimana lulusan SMK siap pakai sebagai tenaga kerja ketika lulus, kedua memastikan lulusan SMK dapat membuka lapangan kerja dan Memastikan lulusan SMK memiliki kualitas untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

Sehingga agenda prioritas bagi SMK tidak lain yaitu memperbaiki mutu dan kompetensi para guru dan kepala sekolah, diharapkan guru SMK harus memiliki sertifikasi.

 Dia juga melanjutkan bahwa guna memperbaiki kualitas SDM, ada beberapa hal yang harus dilakukan yakni memantapkan kualitas dan daya saing SDM, penguatan tata kelola pemerintahan serta percepatan pembangunan daerah tertinggal, terdepan dan terluar.

“Oleh karena itu saya memulai satu-satu yang pertama misi tata kelola dimana misi tentang tata kelola ini sangat penting, yaitu pada saat tata kelola dibangun maka  pastinya ada tugas pokok dan fungsi yang harus dilakukan setiap pejabat sesuai dengan jabatan dan kedudukannya,” jelasnya lagi.

 Sinergitas harus dilakukan kembali sesuai OPD benahi peningkatan kapasistas ASN agar ketika bekerja semua aparatur mengetahui tugas dan fungsinya, selain itu pembenahan pelayanan public juga penting agar kerja yang dilakukan transparan dan dapat diketahui oleh semua masyarakat. (*/wen)