Ondiafi Ramses Ohee ( FOTO : Takim/Cepos)

Ramses Ohee: 1 Juli, Cuma Hari Biasa

JAYAPURA-Enam daerah menjadi perhatian Kodam XVII/Cenderawasih terkait dengan 1 Juli, yang selama ini disebut-sebut sebagai hari proklamasi Kemerdekaan Papua. 

Adapun enam daerah yang menjadi antisipasi Kodam yakni Kabupaten Timika, Jayapura, Puncak, Nduga, Puncak Jaya, Lanny Jaya dan Tembagapura. Dimana dari segi pergerakan politiknya yakni Timika dan Jayapura, namun dari segi persenjataannya yakni puncak, nduga,  Puncak Jaya, Lanny Jaya dan Tembagapura.

“Enam daerah tersebut perlu ditingkatkan kewaspadaan,” ucap Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Jumat (28/6).

Kendati tak ada yang istimewa pada 1 Juli,  namun Kodam XVII/Cenderawasih seluruh jajarannya siaga di tempat sembari meningkatkan kewaspadaan termasuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Dengan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjalankan kehidupan sosial secara normal.

Selain itu, jajaran Kodam XVII/Cenderawasih juga memantau perkembangan situasi serta kemungkinan adanya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di masyarakat setempat.

“Masyarakat untuk tidak terpancing dengan provokasi yang menyesatkan yang nantinya akan merugikan semua orang,” pinta Kapendam.

Dari pantauan Kodam XVII/Cenderawasih, sejauh ini belum menemukan indikasi adanya unjuk rasa yang bersifat melaksanakan doa bersama. Termasuk belum ada pergerakan massa dan tindakan-tindakan yang mengarah ke anarkis.

“Masyarakat jangan terprovoaksi terhadap isu-isu yang belum tentu kebenarannya  yang dikembangkan oleh kelompok ini. Sebab mereka ini kerap membuat isu-isu yang  bersifat hoax,” tegasnya.

Secera terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan situasi Papua saat ini secara keseluruham aman  dan damai. Terkait dengan 1 Juli, Kamal meminta masyarakat untuk tidak membesar-besarkan hal itu.

“Menjelang 1 Juli, Papua aman-aman  saja. Jangan dibesar-besarkan, memangnya ada apa dengan 1 Juli,” tatar Kamal.

Pihak Kepolisian sendiri tetap melaksanakan kegiatan rutin dengan melakukan sambang, patroli, razia kepolisian untuk menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Papua. 

Hal yang sama disampaikan Ondoafi Waena Ramses Ohee yang menegaskan bahwa 1 Juli bukanlah hari luarbiasa yang perlu menjadi perhatian.

“1 Juli itu cuma hari biasa, bukan hari lahirnya OPM atau juga kemerdekaan Papua. Jangan bikin rusak kehidupan masyarakat dalam bingkai NKRI. Semua masyarakat yang ada di Kota Jayapura adalah warga negara Indonesia. Kadi 1 Juli itu bukan hari yang istimewa,” tegas Ondoafi Ramses Ohee yang juga Ketua Barisan Merah Putih saat ditemui Cenderawasih Pos di kediamannya di Waena, Jumat (28/6). 

Ondoafi Ramses Ohee menegaskan, Kota Jayapura dan sekitarnya adalah bagian dari pemangku adat Tanah Tabi. Untuk itu, dirinya menegaskan tidak ada yang bisa membuat suasana menjadi tidak nyaman.

“Jika ada yang bilang 1 Juli itu hari istimewa, saya harap keluar dari Kota Jayapura. Kota ini, di atas Tanah Tabi dan kami selaku pemangku adat punya hak untuk tidak menyetujui hal tersebut,” tegasnya. 

Dirinya juga mengingatkan semua pihak yang hidup di atas Tanah Tabi, untuk menghormati masyarakat asli atau semua pemangku adat Tanah Tabi. “Tidak boleh melakukan berbagai kegaduhan yang membuat suasana Tanah Tabi jadi tidak nyaman atau rusak,” ujarnya.

“Jika ada keinginan yang lain diharapkan jangan dibicarakan di atas Tanah Tabi. Pergi bicara di tanah ulayat sendiri. Karena kami orang Tabi tahu menghormati dan menghargai seluruh hak-hak orang lain dan tidak semena-mena,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Ondoafi Ramses Ohee menyerukan kepada seluruh anak bangsa di tanah Papua khususnya di Tanah Tabi untuk tidak cepat percaya terhadap pembicaraan yang tidak tahu asal-usulnya terkait 1 Juli.

“Saya salah satu pemangku adat di tanah Papua sangat menolak semua wacana tersebut  baik itu isu-isu yang berkembang tentang 1 juli,”jelasnya.

Diharapkan juga bagi pihak keamanan untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapa saja yang sifatnya melakukan gerakan separatis dan hukum harus ditegakkan, supaya kondisi Kota Jayapura dan Papua secara seluruhnya tetap aman.(fia/kim/nat)