Arus lalulintas di jalan raya Abepura Sentani, dimana pada PON nanti akan dilakukan rekayasa lalulintas. ( FOTO: Elfira/Cepos)

Jelang PON, Rekayasa Lalulintas Kewenangan Polresta dan Polres Jajaran

JAYAPURA – Rekayasa lalulintas jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) pada Oktober 2021 mendatang mulai dibahas. Hal ini untuk kesiapan PON itu sendiri.

Dir Lantas Polda Papua Kombes Pol M. Nasihin mengatakan, simulasi yang akan dilaksanakan mulai dari pembukaan, kahadiran para peserta termasuk atlet,  official, Pampel dan lainnya. Seperti kedatangan para atlet dari bandara yang akan dikawal sampai tiba di lokasi tempat penginapan nantinya hingga meninjau cabang-cabang olahraga.

  “Yang utama seperti pembukaan, sebab akan dibuka secara langsung oleh Presiden RI.  Polri dalam hal ini akan mengoptimalkan pelaksanaan tugas di lapangan dengan melibatkan instansi terkait untuk melakukan berbagai upaya seperti gladi-gladi menjelang hari H, sehingga pada puncak pelaksanaan PON XX nantinya akan berjalan dengan baik,” terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Papua Recky. D. A mengatakan,  terlepas dari usulannya sebagai koordinator bidang transportasi di PB PON dan Dirlantas Polda Papua sebagai wakil koordinator bidang transportasi PB PON.

“Menyangkut rekayasa ini kami sudah bekerja sama atau sudah berkoordinasi, saya dengan Dirlantas telah melaksanakan survei di 4 kota yang akan menyelenggarakan PON dan hasil survei atau kerja kami sudah ada. Ada sekitar 70 titik dan 400 relawan dan memang ini kita akan bicarakan lebih lanjut,” terangnya.

Dalam pelayanan tranportasi pada penyelenggaraan PON nanti di daerah-daerah rawan akan ditempatkan pos-pos, karena kewenangan di jalan raya tetap akan dilakukan oleh lalu lintas di kota dan  kabupaten itu akan dilaksanakan oleh Sat lantas Polresta dan Polres Jajaran.

“Kami akan bersinergi dengan Dinas Perhubungan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dan instansi terkait untuk kami back up pada pelayanan transportasi, sehingga tidak ada kemacetan,” ucapnya.

Dikatakan, jalan adalah kepentingan publik semua orang perlu menggunakan jalan, jadi sudah tentu kita berupaya semaksimal mungkin supaya dalam pelaksanaan PON nanti pelayanan transportasi bukan 1 jenis saja melainkan ada VVIP, atlet, official, tamu dan panpel.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan  instasi terkait di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika. Sehingga dari hasil survei kami dengan Dirlantas Polda Papua akan dikeluarkan dan kita akan simulasikan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PB PON bapak Elia Leopatty menyampaikan, diperkirakan  jumlah atlet sekitar 6 ribuan dan sesuai aturan PON Official itu setengah dari jumlah atlet lalu ada 10 persen ekstra official.

“Itu merupakan jumlah tamu yang kita harus layani di luar panitia pelaksana yang juga banyak seperti dewan juri, wasit, tim kapsaham, pamwasra yang kurang lebih berjumlah 21 ribu kalau menurut saya kira-kira cukup banyak dan ini terbagi di 4 klaster dengan wilayah Doyo hingga Base-G yang mendominasi,” tandasnya. (fia/wen)