Rina Kusuma (kiri) selaku  Program Manager Publik and Youth Mobilizations Eco Nusa ketika berdiskusi dengan alumni School Eco Diplomacy dan Rumah Bakau Jayapura di Kotaraja, Ahad (1/3) kemarin yang membahas soal relawan hutan dan peluang menjadi peneliti muda yang handal. (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Program Manager Publik and Youth Mobilizations Eco Nusa, Rina Kusuma mengungkapkan bahwa  tahun 2020 ini pihaknya kembali memberi ruang bagi anak-anak muda di Papua untuk berbuat lebih bagi lingkungan maupun hutan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dan Eco Nusa mencoba menyentuh kelompok mahasiswa yang tengah  menyelesaikan tugas akhirnya untuk bisa melakukan penelitian. 

 Disini, Eco Nusa  kata Rina siap memfasilitasi untuk mendorong lahirnya kemampuan menjadi peneliti handal kemudian mengajarkan bagaimana melakukan penelitian, bagaimana menulis hasil penelitian termasuk etika ketika mengambil data.  “Jadi akan dimulai dengan mengumpulkan proposal untuk selanjutnya dilakukan seleksi. Jika terpilih akan dimasukkan  dalam both camp dan bertemu peneliti senior. Program ini juga berkolaborasi dengan LIPI sehingga ilmu yang didapat bisa semakin lengkap,” jelasnya.

 “Nantinya ada juga workshop untuk diajarkan bagaimana karya ilmiah dipresentasi dengan cara yang keren. Tidak monoton tetapi dibuat lebih menyenangkan. Nah kami mencari anak muda Papua yang ingin menjadi peneliti muda yang handal kemudian mengkampanyekan hasil penelitiannya agar lebi bermanfaat bagi yang lain,” jelasnya.  Selain program dukungan untuk menjadi peneliti, disebutkan ada juga program relawan hutan. 

 Hanya kata Rina  ini masih membutuhkan banyak masukan. “Kami mencari anak-anak Papua yang sudah  sekolah di luar untuk balik kembali ke daerahnya dan kami ingin memfasilitasi anak-anak muda yang   baru kembali,  anak – anak muda ini perlu memperkuat inisiatif kampung. Misalnya ada yang bisa “dijual” semisal komoditas unggulan, eko wisata sehingga dari potensi lokal. Ini nantinya akan memperkuat inisiatif kampung untuk menggarap potensi kampungnya sendiri,”imbuhnya. (ade/wen)