Mathius Awoitauw ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Masa kepemimpinan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE MSI dan Wakil Bupati Jayapura,  Giri Wijayantoro sisa dua tahun ke depan.

Terkait dengan itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menjelaskan, di sisa waktu 2 tahun ke depan ini, sejumlah program besar yang sudah diagendakan baik secara nasional maupun daerah akan menjadi fokus pihaknya. Salah satunya terkait dengan program membangun distrik dan distrik membangun, yang mana program ini merupakan program unggulan dari Bupati Jayapura Mathius Awoitauw selama kepemimpinannya.

“Kita fokus kepada program distrik sebagai pusat pelayanan publik dengan sejumlah kewenangan yang sudah kita siapkan,” kata Mathius Awoitauw ketika ditemui wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Senin, (4/1) kemarin.

Dia menjelaskan, program itu sebenarnya erat kaitannya dengan pendekatan pembangunan di Kabupaten Jayapura, di wilayah Tabi  dan di Papua pada umumnya. Pendekatan-pendekatan ini sementara ini sedang didorong, salah satunya pemerintah akan melakukan peluncuran buku mengenai kampung adat.

“Kita perlu mempertajam lagi bahwa pendekatan pembangunan di Papua ini harus kita  kasih solusi, kalau bisa berbasis kebudayaan,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pendekatan pembangunan di Papua ini tidak bisa dilakukan sembarangan, tapi harus menggunakan pendekatan kebudayaan sebagaimana berkaitan erat dengan jati diri orang Papua.

Dia pun berharap Kabupaten Jayapura bisa menjadi contoh dan teladan terkait dengan pendekatan kebudayaan dalam proses pembangunan di Papua.

“Kabupaten Jayapura harus memberikan contoh yang baik, kita sudah mulai dengan kampung adat, dengan distrik sebagai pusat pelayanan publik. Karena itu, pendekatan ini bisa berperan di situ,”ungkapnya.

Lanjut dia, hal itu penting supaya jelas bentuknya dan kerjanya. Kemudian kewenangan-kewenangan yang diturunkan dan seterusnya. Kemudian  target yang bisa dilakukan oleh pemerintah serta capaian terhadap kemajuan di masyarakat.

Program ini akan dilaksanakan di 6 distrik pilot project. Namun ditargetkan semua distrik yang ada di wilayah Kabupaten Jayapura bisa menjadi perpanjangan tangan dari pemerintahan yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Kita harus lakukan ini supaya bisa menjadi contoh yang baik untuk pendekatan pembangunan di Papua,” katanya.

Lantas bagaimana dengan ketersediaan waktu yang hanya tersisa 2 tahun ke depan ini. Orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu sangat optimis. Hal itu tentunya tidak terlepas dari evaluasi yang terus dilakukannya bersama jajarannya, termasuk OPD yang ada untuk benar-benar mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Saya pikir banyak yang sudah siap, dalam 12 hari ini kita akan data dan itu akan menjadi gerakan bersama. Ini hanya pendekatannya saja, tapi untuk bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur dasar, pariwisata itu tetap menjadi tujuan dan program kegiatan yang wajib dilakukan,”tambahnya. (roy/tho)