JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri memastikan akan melakukan penindakan hukum terkait dengan kejadian penyerangan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (13/9) lalu.

Dimana, dalam penyerangan tersebut mengakibatkan fasilitas publik berupa puskesmas, bank daerah setempat, barak Nakes dibakar dan Satu Tenaga Kesehatan (Nakes) meninggal dunia akibat dianiaya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). “Saya pastikan melakukan penindakan hukum di sana (Kiwirok-red),” tegas Kapolda, Rabu (22/9).

Lanjut Kapolda, terkait dengan kejadian di Kiwirok, sedang dalam penyelidikan oleh Tim Penyidik Reskrimum Polda Papua.

“Kita telah mempersiapkan 2 pleton Brimob Polda Papua untuk dikirim ke kiwirok, selain itu  saya meminta tambahan 1 Kompi Brimob dari Mabes Polri untuk melakukan penindakan di kiwirok,” jelasnya.

Terkait dengan kejadian di Distrik Kiwirok, Kapolda akan bertemu dengan Bupati Pegunungan Bintang untuk membahas terkait pengelolaan situasi keamanan di daerah Pegunungan Bintang. 

“Saya harus hati hati dalam penindakan di kiwirok, sehingga dampak dari penegakan hukum yang dilakukan di Pegunungan Bintang khususnya di Distrik Kiwirok tidak menimbulkan ekses lain, atau bola liar yang nantinya dimanfaatkan oleh mereka yang masih menggunakan isu-isu yang seolah olah Papua ini tidak aman,” tuturnya.

Pasca kejadian di kiwirok, beberapa pelayanan publik terutama kesehatan belum berjalan. Terkait dengan hal itu, Kapolda menyampaikan situasi saat ini siapapun oangnya apalagi pendatang pasti takut.

“Untuk yang di Oksibil, saya minta untuk pelayanan  kesehatan wajib dilakukan tidak boleh tutup, karena masyarakat yang ada di daerah Pegunungan Bintang membutuhkan pelayanan kesehatan,” terang Kapolda.

Kapolda juga telah mempertegas kepada Kepala Dinas Kesehatan bahwa aparat Kepolisian menjamin keselamatan tenaga medis, sehingga pelayanan kesehatan tidak boleh ditutup.

“Jika pelayanan medis ditutup di oksibil, saya takutnya ini menjadi blunder dan dimanfaatkan  orang orang untuk memutar balik keadaan sesungguhnya. Saya memahami kondisi skisis daripada Nakes, namun tidak boleh mengabaikan pelayanan ksehatan yang ada di Pegunungan Bintang,” tuturnya.

Kapolda meminta untuk fokus memberikan keselamatan, penyelamatan dan keamanan  kepada tenaga nakes. Fokus membangun situasi keamanan di Pegunungan Bintang sehingga dari hari ke hari menjadi aman dan kondusif.

Secara terpisah Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menyampaikan, jenazah Pratu Ida Bagus yang gugur dalam kontak tembak dengan anggota KKB pimpinan Lamek Taplo telah dikirim ke kampung halamannya di Kalimantan Barat. “Jenazah diterbangkan dengan pesawat komersil,” kata Kapendam.

Sebelumnya, proses evakuasi terhadap jenazah nakes Gabriella Meilani dari Distrik Kiwirok ke Jayapura, Selasa (21/9) diwarnai kontak tembak. Akibatnya, satu anggota TNI bernama Pratu Ida Bagus gugur dalam kontak tembak dengan anggota Kelompok Bersenjata pimpinan Lamek Taplo.

Tabakpan 1/GLM itu meninggal dunia dengan luka tembak di bagian kepala, ia meninggal di lokasi kejadian sekira pukul 06.53 WIT. (fia/nat)