Warga yang terluka saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Nabire, Rabu (20/5). ( FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA-Dua kelompok warga di Jalan Jayanti, Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire terlibat pertikaian, Rabu (20/5). Pertikaian tersebut mengakibatkan 6 orang mengalami luka-luka. Keenam orang warga tersebut dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Pertikiaian kedua kelompok warga ini bermula ketika pemilik pelepasan hak ulayat tanah bernama Ice Gobay, menghubungi Abet Kobepa untuk mengecek tanahnya di Jalan Jayanti Kelurahan Kalibobo yang dikabarkan telah digunakan warga untuk berkebun.

Ketika Abet Kobepa bersama sekira 10 orang datang untuk mengecek tanah dan mempertanyakan kepemilikan tanah yang telah berkebun di lokasi tersebut. Saat itulah terjadi perdebatan antara kedua belah pihak, hingga berujung saling serang menggunakan senjata tajam.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal menyampaikan, akibat kejadian tersebut kedua kelompok ada yang mengalami luka terkena anak panah.

“Anggota di Nabire telah melakukan penyelidikan dan penyidikan. sementara kasus tersebut dalam penanganan Polres Nabire,” ucap Kamal yang dikonfirmasi, Kamis (21/5).

Kamal menyayangkan adanya pertikaian ini. Pasalnya suatu permasalahan dapat diselesaikan dengan musyawarah bukan dengan menggunakan kekerasan yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain. 

“Kami meminta kepada seluruh warga masyarakat Kabupten Nabire untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, memanfaatkan situasi untuk menggangu stabilitas keamanan di Kabupaten Nabire,” pintanya.

Pasca kejadian tersebut lanjut Kamal, situasi di Kabupaten Nabire aman dan kondusif, personil gabungan terus melakukan patroli di daerah-daerah rawan tindak pidana guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (fia/nat)